Polisi Tak Halangi Proses Hukum Penganiayaan Siswa di SMK Bina Maritim Maumere

Aparat Polisi Tak Halangi Proses hukum Penganiayaan Siswa di SMK Bina Maritim Maumere

Polisi Tak Halangi Proses Hukum Penganiayaan Siswa di SMK Bina Maritim Maumere
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, S,IK, didampingi Kasat Reskrim, AKP Heffri Dwi Irawan, S.H, S,IK, menggelar konperensi pers pencurian pipa gas milik PLTMG Wairita di Mapolres Sikka, Pulau Flores, Rabu (12/6/2019) siang. 

Aparat Polisi Tak Halangi Proses hukum Penganiayaan Siswa di SMK Bina Maritim Maumere

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Keluarga siswa korban dan pelaku penganiayaan di SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere di Pulau Flores, Rabu (12/6/2019) difasilitasi Kepolisian Resort Sikka dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) menyelesiakan penganiayaan yang dilakukan sesama siswa di sekolah itu.

Sampai Rabu siang, kedua pihak masih berada di Polsek Nelle, 3 Km arah selatan Kota Maumere.

Dapat Ranking 33 USBN se- Kota Kupang SDK Santu Yoseph 4 Naikoten Siap Berbenah

"Setelah dapat vidio yang viral, Polsek Nelle datangi sekolah. Sekolah akui kontenya siswa dari SMK (Pelayaran Bina Maritim). Kejadian di luar sekolah di sisi utara sekolah," kata Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, S,IK, didampingi Kasat Reskrim, AKP Heffri Dwi Irawan, S.H, S,IK, di Mapolres Sikka, Rabu siang di Maumere.

Rickson Situmorang mengakui, Polres Sikka, Polsek Nelle dan Dinas PPO Sikka sedang berupaya memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak mencari jalan penyelesaian.

Manajemen SDI Tarus 2 Lepas 35 Siswa Lulus USBN, Ini Pesan Kepsek

"Kehadiran kami sifatnya mendampingi kedua pihak. Hasilnya akan kami sampaikan. Saat ini masih berlangsung, diusahakan dimediasi," imbuh Rickson Situmorang.

Rickson Situmorang menegaskan, polisi tidak berkeberatan atau menghalangi keluarga siswa korban melakukan proses hukum.

Namun ketika telah mengambil keputusan menempuh langkah hukum itu, tidak boleh mundur lagi. Jangan sampai telah diadukan pidana, karena berbagai pertimbangan, korban berpikir menyelesaikan secara damai.

"Proses hukum gampang dilakukan. Tapi untuk kasus-kasus anak, kalau sudah dilaporkan tidak bisa ditarik lagi. Lain halnya kasus pidana biasa, untuk kasus anak sulit dicabut," wanti-wanti Rickson Situmorang. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved