Perbaiki SDM Pemkab Malaka Sekolahkan Anak Malaka

Dalam Rangka Perbaiki SDM, Pemerintah kabupaten Malaka Sekolahkan Anak Malaka

Perbaiki SDM Pemkab Malaka Sekolahkan Anak Malaka
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Bupati Stefanus Bria Seran 

Dalam Rangka Perbaiki SDM, Pemerintah kabupaten Malaka Sekolahkan Anak Malaka

POS-KUPANG.COM | BETUN - Pendidikan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati, Daniel Asa (Alm).

Implementasi dari program ini, selain mengurus fasilitas pendidikan juga memperbaiki sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Malaka. Dalam mengurus pembangunan Malaka, SDM sangat dibutuhkan sehingga Pemkab Malaka membiayai pendidikan aparatur dan masyarakat Malaka.

Ini Kata Pengamat Terkait Video Penganiayaan Siswa SMK Bina Maritim Maumere

Biayai pendidikan bagi aparatur dan masyarakat Kabupaten Malaka dilakukan berdasarkan visi, misi dan program prioritas daerah yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Malaka Nomor 16 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malaka Tahun 2016 - 2021.

Hal itu dijelaskan Sekda Malaka, Donatus Bere kepada wartawan di Kantor Bupati Malaka, Senin (10/6/2019).

Tak Hanya di Sekolah, Irfan Dianiaya Senior di Terminal dan Jalan

Menurut Donatus alokasi anggaran untuk membiayai pendidikan aparatur dan masyarakat Kabupaten Malaka dilakukan berdasarkan visi, misi dan program prioritas daerah yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Malaka Nomor 16 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malaka Tahun 2016 - 2021.

Untuk mengimplementasikan program prioritas tersebut, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati bersama jajarannya dan DPRD Kabupaten Malaka telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 9.006.000.000 (Rp 9 M).

Dana ini dimanfaatkan untuk biaya pendidikan D-3, S-1 dan S-2 bagi anak-anak Malaka sebanyak 201 orang mahasiswa, yang mengenyam pendidikan tinggi di beberapa perguruan tinggi yakni, Undana Kupang, Unika Kupang, Muhamadiyah Kupang, Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang, ITN Malang, Mercu Buana Malang, Universitas Kristen Salatiga, Universitas Dr. Soetomo, Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kupang, Institut Ilmu Pemerintahan Cilandak, IPDN Jatinangor, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Udayana Denpasar dan STISIP Fajar Timur.

Sebelumnya, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran kepada Pos Kupang.Com mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malaka mengalokasikan anggaran dari APBD II sebesar Rp 5 M setiap tahun untuk menyekolahkan dokter spesialis.

Target pemerintah selama lima tahun memiliki 20 dokter spesial. Keberadaan dokter spesial tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Malaka.

Menurut Bupati Stef, sumber daya manusia (SDM) merupakan komponen penting dalam bidang kesehatan. Untuk memberikan pelayanan yang berstandar perlu dipersiapkan berbagai sarana dan prasarana, salah satunya tenaga dokter.

Untuk rumah sakit tipe C seperti RSPP Betun harus memiliki lima dokter spesialis dasar. Saat ini jumlah dokter spesialis masing-masing bidang ahli berkisar satu sampai dua orang. Pemerintah terus berupaya agar masing-masing spesialis dasar memiliki empat dokter spesialis.

Sebagian besar dokter spesialis yang ada di rumah sakit merupakan dokter kontrak.

Langka yang dilakukan pemerintah adalah menyekolahkan dokter spesialis sebanyak-banyaknya. Selain menyekolahkan dokter, pemerintah juga berupaya meningkatkan kapasitas tenaga perawat dan bidan melalui kegiatan studi banding dan pelatihan-pelatihan.

Selain itu, pemerintah menyekolahkan aparatur di bidang lain seperti tenaga pendidikan dan tenaga teknis. Tujuannya untuk mengurus pembangunan di Malaka sehingga Malaka terus bertumbuh maju. Kemajuan suatu daerah itu tidak terlepas dari dukungan SDM yang baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved