Penyidik Polres TTU Lengkapi Berkas Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur oleh Kades Mesum

Penyidik Polres TTU Lengkapi Berkas Kasus Persetubuhan Anak dibawah umur oleh Kades Mesum

Penyidik Polres TTU Lengkapi Berkas Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur oleh Kades Mesum
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Wakapolres TTU Kompol Yetter B. Selan didampingi Kanit PPA Polres TTU, Brigadir Arsi Kartinigsi memberikan keterangan pers di Polres TTU, Selasa (11/6/2019). 

Penyidik Polres TTU Lengkapi Berkas Kasus Persetubuhan Anak dibawah umur oleh Kades Mesum

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Saat ini penyidik dari Polres TTU tengah melengkapi berkas perkara kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh salah seorang oknum kades di Kabupaten TTU.

Penyidik polres melalui unit PPA Polres TTU melengkapi kembali berkas perkara tersebut setelah mendapat beberapa petunjuk dari pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten TTU.

Siswa dan Orangtua di SDK St. Arnoldus Kenakan Pakaian Adat

"Oleh jaksa penuntut umum menemukan beberapa syarat formil dan materil dari berkas perkara itu yang belum lengkap. Dan jaksa juga melampirkan beberapa syarat materil yang harus dipenuhi," kata Wakapolres TTU Kompol Yetter B Selan kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (11/6/2019).

Atas beberapa syarat yang dinyatakan belum lengkap tersebut, jelas Yetter, penyidik melalui unit PPA berupaya untuk melengkapi kekurangan syarat formil meteril tersebut.

Warga Minta Segera Fungsikan Tiang Listrik PLN ke Desa Laipandak, Sumba Timur

"Disini ada dua syarat yakni kelengkapan formil dan materil. Sehingga penyidik lagi berupaya untuk memenuhinya, dan syarat ini tidak susah untuk dilengkapi oleh penyidik," tegasnya.

Yetter mengatakan, tidak ada deadline waktu yang diberikan, namun pihaknya berjanji akan segera memenuhi kelengkapan syarat formil dan materil tersebut sebelum akhir bulan Juni 2019 ini.

"Sehingga sebelum akhir bulan Juni ini penyidik kami sudah bisa menyerahkan kembali berkas perkara ini kepada pihak Kejari TTU," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang Kades di Kecamatan Bikomi Ninulat, Kabupaten TTU diduga melakukan persetubuhan anak dibawah umur.

Anak dibawah umur tersebut diketahui berinisial YN dan saat ini telah berumur 17 tahun. Sedangkan pelaku persetubuhan berinisial SP. SP, saat ini menjabat sebagai kepala desa.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini menyebutkan, dugaan kasus persetubuhan itu terjadi sekitar tiga tahun lalu tepatnya pada tahun 2016.

Pada saat itu, YN yang masih berstatus anak dibawah umur di setubuhi oleh SP sebanyak tiga kali. Tak tau malu, oknum kades mesum itu, melakukan perbuatan tak terpuji itu di rumah jabatan kepala desa.

Atas perbuatan tak terpuji itu, korban akhirnya mengandung anak hasil hubungan gelapnya bersama oknum kades yang seharusnya menjadi pengayom bagi YN.

Saat usia kehamilan memasuki tujuh bulan, oknum kades mesum itu lalu meminta kepada YN untuk menggugurkan janin di dalam kandungannya itu. Hal itu lantaran malu dengan masyarakat setempat.

Merasa malu dan tak puas dengan perbuatan oknum sang kades, YN lalu melaporkan kejadian yang menimpa dirinya itu kepada pihak kepolisian di Polres TTU pada, Rabu (27/2/2019). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved