Pakai Sepatu Boneng, Rambut Diparas, Siswa SMK Bina Maritim Maumere Dianiaya Senior

Pakai Sepatu Boneng, Rambut Diparas, Siswa SMK Bina Maritim Maumere Dianiaya Senior

Pakai Sepatu Boneng, Rambut Diparas, Siswa SMK Bina Maritim Maumere Dianiaya Senior
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Siswa SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere, korban penganiayaan, Rabu (12/6/2019) di sekolahnya Jalan Moan Subu Sadipun, Desa Nelle Urung,Kecamatan Nelle, Pulau Flores. 

Pakai Sepatu Boneng, Rambut Diparas, Siswa SMK Bina Maritim Maumere Dianiaya Senior

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Senin (10/6/2019) pagi setelah sepekan libur lebaran 2019, EAN siswa kelas I SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere mengenakan sepatu boneng berseragam putih-putih berangkat ke sekolah.

Hari Senin itu adalah pertamakali ia mengenakan sepatu boneng. Tak terlintas dalam benak Enjel, sapaan EAN akan dianiya kakak kelas.

KSP Kopkardios Buka Kantor Cabang di Labuan Bajo, Bupati Mabar Hadir Bersama 7 Pastor

Lain lagi SNI. Rekan Enjel di kelas I SMK ini memangkas rambut mode anak jaman dipotong pendek diparas tipis bagian depan.

Sehabis mengikuti upacara pagi dan menerima pengumuman dari guru, seluruh siswa bergegas pulang. Apes bagi SNI dan EAN, keduanya dipanggil oleh YROB dan RF, kakak kelas supaya bertemu di warung sebelah utara kompleks sekolah.

Ini yang Diterapkan SMA Katolik Santu Ignatius Loyola Labuan Bajo kepada Siswa Baru

Sempat ditanyai oleh YROB dan RF tentang sepatu boneng dan rambut diparas, selanjutnya pukulan dan tendangan melayang ke tubuh mereka.

"Disana (samping utara warung) kami dianiaya oleh kakak kelas,"ujar Iran.

Menurut SNI dan EAN, keduanya dipukul dan ditendangnya berulangkali. Kejadianya cukup lama lebih dari 30 menit bukan 29-30 detik seperti vidio yang viral di media sosial.

Selama ini, diakui SNI dan EAN, penganiayaan sering diterima dari senior.

"Sakit memang, tapi saya tahan saja, Sesudah dipukul dan ditendang, kami pulang ke rumah. Kami pikirnya biasa saya,ternyata vidionya viral di media sosial," ujar EAN dibenarkan SNI.

Orangtua yang mengetahui penganiayaan itu viral di media sosial sangat marah. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved