Napi Rutan Bajawa Meninggal Dunia di RSUD Bajawa

Seorang Napi Rutan Bajawa Meninggal Dunia di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Bajawa

Napi Rutan Bajawa Meninggal Dunia di RSUD Bajawa
KOMPAS.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi tewas 

Seorang Napi Rutan Bajawa Meninggal Dunia di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Bajawa

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Hanya dalam waktu 11 hari Narapidana di Rumah Tahanan Kelas II B Bajawa meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Bajawa.

Warga Binaan Rutan Bajawa yang pertama meninggal dunia yaitu almarhum Frumentius Lodu warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo yang meninggal Jumat (31/5/2019).

Selan: Kemendagri Restui Pelantikan 12 Pejabat di Pemkab TTS

Informasi yang dihimpun POS- KUPANG.COM, Rabu (12/6/2019) menyebutkan, Selasa (11/6/2019) Narapidana atas nama Andreas Dewa asal Dadawea, Kecamatan Golewa juga meninggal di RSUD Bajawa.

Kepala Rutan Bajawa, Mustawan, mengatakan Narapidana atas nama Frumentius Lodhu meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Bajawa.

Penyidik Polres TTU Lengkapi Berkas Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur oleh Kades Mesum

Frumentius meninggal pada Jumat,(31/5/2019) sekitar pukul 10.30 Wita. "Selama ditahan di Rutan Bajawa, Frumen juga kerap dikirim ke RSUD Bajawa karena sakit," ujar Mustawan

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Bajawa, kata dia, Frumentius meninggal karena mengidap penyakit HIV/AIDS.

"Empat bulan yang lalu saat masuk di Rutan Bajawa korban sudah terdeteksi mengidap penyakit HIV/AIDS,"ujarnya.

Frumentius merupakan narapidana yang telah menghuni Rutan Bajawa sejak tanggal 21 November 2018 lalu.

Frumentius divonis Pengadilan Negeri (PN) Bajawa 12 tahun penjara karena terjerat kasus pencabulan.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved