DPRD NTT Nilai Pembinaan di SMK Bina Maritim Masih Rendah

Anggota DPRD NTT Nilai Pembinaan di SMK Bina Maritim Maumere Masih Rendah

DPRD NTT Nilai Pembinaan di SMK Bina Maritim Masih Rendah
Pos Kuang.Com/Oby Lewanmeru
Anggota Komisi V DPRD NTT Yohanes Rumat 

Anggota DPRD NTT Nilai Pembinaan di SMK Bina Maritim Maumere Masih Rendah

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komisi V DPRD NTT menilai proses pembinaan mental dan karakter siswa di SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere masih sangat rendah. Penyelenggara pendidikan harus memberi sanksi tegas terhadap pelaku kekerasan di sekolah itu.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat menyampaikan hal ini, Rabu (12/6/2019).

Perbaiki SDM Pemkab Malaka Sekolahkan Anak Malaka

Menurut Yohanes, terkait kasus kekerasan siswa SMK Pelayaran Bina Maritim di Maumere antar sesama pelajar senior dan yunior itu membuktikan bahwa pembinaan sikap,mental dan karakter di sekolah ini masih rendah.

"Adanya kasua kekerasan antara siswa senior dan yunior ini bukti pembinaan sikap dan karakter di sekolah itu rendah dan lemah," kata Yohanes.

Ini Kata Pengamat Terkait Video Penganiayaan Siswa SMK Bina Maritim Maumere

DPRD NTT, khusus Komisi V yang membidangi pendidikan mengimbau agar lembaga penyelenggara melakukan bimbingan dan pembinaan yang bersifat mendidik sebagaimana yang sudah diatur secara baik lewat UU pendidikan menengah umum maupun kejuruan.

"Kalau melangkahi aturan berarti pembinaan dari para pendidik di sekokah itu lengah dan lemah," katanya.

Anggota DPRD NTT lainnya, Winston Rondo mengatakan, pihaknya meminta secara tegas kepada Dinas Dikbud NTT agar memberi teguran keras kepada Kepala SMK dan diberi deadline.

"Saya duga ini sistematis dan diizinkan oleh pihak sekolah. Apabila masih ditemukan kasus yang sama, kita segera cabut izinnya. Kita cabut izin sekolah. Kita tidak toleransi terhadap bentuk kekerasan di sekolah atas nama apapun pada lembaga pendidikan di NTT," ujarnya.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto menyesalkan tindakan kekerasan itu.
"Kita minta pemerintah harua serius tangani masalah ini agar tidak terulang kembali," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved