BREAKING NEWS: Aniaya Yunior dan Viral di Medsos, 4 Siswa SMK Bina Maritim Maumere Dikeluarkan

Breaking news: Aniaya Yunior dan Viral di Medsos, 4 siswa SMK Bina Maritim Maumere dikeluarkan

BREAKING NEWS: Aniaya Yunior dan Viral di Medsos, 4 Siswa SMK Bina Maritim Maumere Dikeluarkan
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Minsri Sadipun, Kepala SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere memberikan penjelasan kepada wartawan, Rabu (12/6/2019) di sekolah Jalan Moan Subu Sadipun, Desa Nelle Urung,Kecamatan Nelle, Pulau Flores. 

Breaking news: Aniaya Yunior dan Viral di Medsos, 4 siswa SMK Bina Maritim Maumere dikeluarkan

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Penganiayaan menimpa dua siswa kelas I SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere di Pulau Flores dan diviralkan di media sosial berbuntut panjang. Empat pelaku siswa kelas II segera dikeluarkan dari sekolah itu.

"Empat siswa itu kami keluarkan. Dua orang pelaku yang menganiaya korban, seorang yang membuata vidio dan seorang lagi yang memviralkan ke media sosial. Keputusan (keluarkan) mereka sudah final," kata Kepala SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere, Minsri Sadipun, kepada wartawan Rabu (12/6/2019) di Maumere.

Sumur Bor di DPRD Ende Berfungsi Hanya Pada Saat Uji Coba

Keempat siswa yang dikeluarkan yakni pelaku penganiayaan YROB dan RF, DLD merekam vidio dan AAN yang menguploap ke history WA. Korban siswa kelas I, EAN, dan SNI.

Minsri mengakui penganiayaan yang dividiokan dan diviralkan telah merusak nama baik sekolah. Kejadian menjelang tahun ajaran baru bisa mempengaruhi minat peserta didik mendaftar.
Lanjur Minsri, penganiayaan bukan motode pembinaan karakter, pendidikan dan pengajaran di sekolah yang dipimpinya. Hingga usia 20 tahun sekolah ini, demikian Minsri, penganiayaan yang dividiokan divirilkan merupakan kejadian pertama menimpanya.

DPRD Ende Minta Semua Kantor Pemerintah Daerah Dipasang CCTV

Ditegaskan Minsri, penganiayaan itu berlangsung di luar jam sekolah dan di luar lingkungan sekolah. Lokasi tepatnya di samping warung sebelah utara sekolah di Jalan Moan Subu Sadipun.

"Ujian sekolah sudah selesai. Pagi itu (Senin,10/6/2019, mereka hanya datang datang ikuti pengumuman jadwal pembagian rapor direncanakan, Jumat (14/6/2019)," ujar Minsri.

Hingga berita ini diturunkan empat pelaku, dua korban bersama para orangtua mereka berada di Polsek Nelle, Desa Nelle Urung, 3 Km sebelah selatan Kota Maumere. Orang tua siswa korban menuntut proses hukum kepada pelaku. (laporan reporter pos-kupang.com, egy moa)

Pesta di Kupang Telan Korban, Remaja Ini Tewas Dianiaya

Ramos Horta Soares (19), pemuda asal Desa Manusak, Kecamatan Kupang, Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas dianiaya.

Kapolda NTT Irjen Polisi Raja Erizman mengatakan, Ramos tewas dianiaya saat berlangsung acara pesta, Kamis (6/6/2019) dini hari.

"Saat pesta, terjadi keributan. Korban (Ramos) dianiaya menggunakan senjata tajam," ungkap Erizman, kepada Kompas.com, Kamis siang.

Menurut Erizman, usai dianiaya, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat untuk diberi perawatan medis, namun nyawanya tak bisa diselamatkan.

"Saat ini anggota kami masih lakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku penganiayaan dan juga motifnya," ujar Erizman.

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved