Bawaslu Ende Limpahkan 12 Tersangka Pelanggaran Pemilu Ke Kejari

12 orang tersangka pelanggaran Pemilu itu masing-masing 11 orang berasal dari Kecamatan Detukeli dan 1 orang dari Kecamatan Nangapanda.

Bawaslu Ende Limpahkan 12 Tersangka Pelanggaran Pemilu Ke Kejari
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Anggota Bawaslu Ende, Bastian Wena 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE—Bawaslu Kabupaten Ende melimpahkan 12 tersangka kasus pelanggaran Pemilu di Kabupaten Ende ke Kejaksaan Negeri Ende, Rabu (12/6/2019).

12 orang tersangka pelanggaran Pemilu itu masing-masing 11 orang berasal dari Kecamatan Detukeli dan 1 orang dari Kecamatan Nangapanda.
Anggota Bawaslu Kabupaten Ende, Bastian Wena mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (12/6/2019) di Ende.

Gelar Operasi Rutin di Dua Titik, Satlantas Polres Kupang Jaring Puluhan Ranmor

Bastian mengatakan bahwa 11 orang dari Kecamatan Detukeli disangka melakukan pelanggaran Pemilu karena mereka melakukan pencoblosan surat suara lebih dari satu kali atas para caleg baik caleg DPRD 1 dan DPRD II juga DPD serta DPR RI dan Pilpres.

Atas tindakannya itu 12 orang tersangka diancam dengan hukuman penjara selama 1,6 tahun dan denda sebesar Rp 18 Juta karena melanggara pasal 516 UU No 7 tahun 2017.

Para tersangka ditetapkan menjadi tersangka sesuai dengan LP/89/V/2019/Polda NTT/ Res Ende karena mereka dengan sengaja pada waktu pemungutan suara memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu TPS atau lebih melanggar pasal 516 UU RI Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Jo pasal 54 ayat (1) ke 1 KUHP.

Lawan Persib Bandung Ditunda, Arema FC Siapkan Strategi demi Laga Berat Lawan PSM Makassar

11 orang tersangka masing-masing atas nama Sebastianus Jerahu dan Imelda Maru serta Lidya E Ule dan Dominikus Dosi serta Ignasius Oktavianus Rua dan Lukas Lando serta Yustina Y Pedi dan Yeremias Buga dan Aprianus Weli..

Bastian mengatakan sedangkan tersangka dari Kecamatan Nangapanda atas nama, Junedin Yunus, Spd berdasarkan laporan polisi (LP) Nomor 88/V/2019) Polda NTT Res Ende melakukan pelanggaran menggelembungkan suara untuk caleg tertentu.

Hal ini melanggar pasal 532 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang menyatakan bahwa menyebabkan peserta Pemilu tertentu mendapatkan tambahan suara atau perolehan suara peserta Pemilu menjadi berkurang.

Yang bersangkutan diancam dengan hukuman penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 48 Juta,ujar Bastian.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved