Anggota DPD RI Terpilih Angelius Apresiasi Penerapan Masyarakat Ekonomi NTT, Perlu Dikonkritkan

Anggota DPD RI terpilih asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Angelius Wake Kako, mengapresiasi pemerintah provinsi itu atas penerapan program masyarakat ek

Anggota DPD RI Terpilih Angelius Apresiasi Penerapan Masyarakat Ekonomi NTT, Perlu Dikonkritkan
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Rapat kerja Gubernur NTT dengan para bupati/wali kota dan pelaku ekonomi, terkait masyarakat ekonomi Nusa Tenggara Timur di Labuan Bajo, Senin (10/6/2019). 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Anggota DPD RI terpilih asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Angelius Wake Kako, mengapresiasi pemerintah provinsi itu atas penerapan program masyarakat ekonomi NTT yang sudah dibicarakan bersama para bupati/wali kota dan pelaku ekonomi dalam rapat kerja di Labuan Bajo, Senin (10/6/2019) lalu.

Namun menurutnya penerapan program itu perlu lebih dikonkritkan lagi, misalnya harus diikuti oleh penandatanganan MOU antar bupati/wali kota terkait kebutuhan dan kemampuan pemenuhan kebutuhan tersebut antar kabupaten/kota.

Selain itu pola saling melengkapi kebutuhan antar kabupaten/kota harus berbasis data.

Ini 14 Cabor di NTT yang Ikut PON 2020

"Harus dikonkritkan lagi lewat MOU terkait kebutuhan ril antar kabupaten/kota dan juga kesiapan pemenuhan kebutuhan itu. Tentu harus berbasis data, bupati/wali kota harus memiliki data yang pasti. Karena bicara ekonomi berarti bicara tentang angka sehingga harus berbasis data," kata Angelius kepada POS--KUPANG.COM, Rabu (12/6/2019).

Dia mencontohkan, bila selama ini kebutuhan sayur mayur dan buah-buahan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) disuplai dari provinsi tetangga, maka dengan penerapan masyarakat ekonomi NTT kebutuhan itu bisa saja didatangkan dari Manggarai atau daerah lain di NTT.

Namun harus diketahui secara pasti kebutuhan per minggu sampai per bulannya berapa.

Fabiano Beltrame Dipindah ke Persib Bandung B, Ini Alasannya

Pada saat bersamaan harus ada kepastian dari kabupaten/kota lain di NTT yang bisa memenuhi kebutuhan sayur dan buah untuk Labuan Bajo.

"Jangan sampai kebutuhan daging babi di NTT malah didatangkan dari luar," kata Angelius.

Menurutnya kebutuhan ril dan kepastian data terkait potensi daerah di semua kabupaten/kota di NTT mutlak dibutuhkan dalam penerapan masyarakat ekonomi Nusa Tenggara Timur.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved