Rapat Bersama Gubernur NTT di Labuan Bajo, Bupati Kamelus Paparkan Omset Hortikultura Rp 19 M

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H memaparkan produk unggulan di Kabupaten Manggarai saat rapat kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT),

Rapat Bersama Gubernur NTT di Labuan Bajo, Bupati Kamelus Paparkan Omset Hortikultura  Rp 19 M
Humas Setda Manggarai/Dok
Bupati Manggarai sedang menandatangani nota kesepakatan bersama saat rapat bersama Gubernur NTT di Labuan Bajo. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H memaparkan produk unggulan di Kabupaten Manggarai saat rapat kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor B. Laiskodat dengan para Bupati/Walikota se-NTT bersama para pelaku usaha, MoU pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung pembangunan rumah layak huni di NTT dan MOU bidang koperasi.

Selain itu, ada  penandatanganan dokumen tersebut dilaksanakan,Senin (10/6/2019) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Dalam rapat bersama Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, Wagub NTT, Josef Nae Soi dan para Bupati serta Walikota se-NTT, Bupati Kamelus menegaskan, omset yang diperoleh para petani selama tiga tahun mencapai 19 miliar lebih dari hortikultura.

 

"Terkait komoditas utama wilayah Kabupaten Manggarai saat ini adalah kopi dan hortikultura. Kabupaten Manggarai tiga tahun terakhir fokus pada pengembangan hortikultura. Kenapa begitu, pertama, dilihat dari sisi kontribusi PDRB terbesar berasal dari sektor pertanian. Kedua, serapan tenaga kerja di sektor pertanian sebesar 51 pearsen," kata Bupati Kamelus.


Ia mengungkapkanKhusus hortikultura, omzet yang diperoleh para petani selama tiga tahun mencapai 19 miliar lebih.

Selain itu, jangkauan pemasaran hortikultura tidak lagi sebatas wilayah Manggarai Raya namun sudah meluas hingga ke wilayah Sumba dan sekitarnya.

Dalam rangka memaksimalkan potensi kopi dan hortikultura, selain instansi teknis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai juga berkoordinasi dengan Badan Pertanahan, Bank NTT dan Pertamina.

"Dengan Badan Pertanahan, saya berkoordinasi supaya petani-petani saya diberi sertifikat gratis. Tahun lalu, melalui CSR Bank NTT, kami dapat 250 juta dan itu langsung dimanfaatkan untuk mensertifikatkan tanah petani hortikultura maupun kelompok pengembangan. Dengan Pertamina, akan dibantu 2 unit Cool Storage atau pendingin agar sayur-sayur bisa disimpan hingga dua minggu," ujar Bupati Kamelus.

Untuk kopi, Bupati Kamelus, mengatakan, total produksi kopi Kabupaten Manggarai sebanyak 2.702 ton. Total omzet penjualan kopi green been sebesar 148 miliar kopi olahan omsetnya sekitar 15 miliar, dan kopi bubuk sebesar Rp 4,7 miliar.

Sejumlah harapan pun disampaikan oleh Bupati Kamelus dalam rapat bersama tersebut.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved