Lolos dari Serangan dengan Gigit hingga Putus Lidah Beruang, Pria ini Malah Terjerat Hukum

Seorang pria Rusia lolos dari maut setelah menggigit lidah seekor beruang hingga putus yang menyerangnya di sebuah hutan terpencil di Siberia.

Lolos dari Serangan dengan Gigit hingga Putus Lidah Beruang, Pria ini Malah Terjerat Hukum
(Thinkstock)
Beruang cokelat. 

Lolos dari Serangan dengan Gigit hingga Putus Lidah Beruang, Pria ini Malah Terjerat Hukum

POS KUPANG.COM, MOSKWA -- Seorang pria Rusia lolos dari maut setelah menggigit lidah seekor beruang hingga putus yang menyerangnya di sebuah hutan terpencil di Siberia.

Sepuluh hari lalu, Nkolay Irgit (30) bersama dua temannya pergi ke sebuah hutan lindung di Tuva, wilayah selatan Siberia untuk mengumpulkan tanduk rusa.

Sebenarnya, perjalanan ke dalam hutan itu tak hanya berbahaya tetapi juga ilegal, karena Nikolay dan teman-temannya tak memiliki izin untuk mencari tanduk rusa.

Tanduk-tanduk itu anntinya akan dijual sebagai obat atau bahan membuat prabotan. Harga tanduk rusa Siberia ini amat mahal di pasar gelap.

Video Penjelasan Polri: Aksi 21-22 Mei, Massa Perusuh Serang Petugas dengan Benda-benda Mematikan

Nampak Gagah, ini Persyaratan Paspampres Mampu Jalan 7 Km dalam 1 Menit, hingga Berenang 500 Meter

Awalnya perjalanan mencari tanduk ini berjalan lancar dan ketiga orang itu tiba di lokasi yang dituju lalu mendirikan tenda. Mereka kemudian membuat api unggun, memasak makanan, dan berpencar agar bisa memeriksa wilayah lebih luas.

Nikolay pergi sendirian ke dalam hutan saat tiba-tiba dia bertemu dengan seekor beruang cokelat besar.

Berbobot hingga 600 kilogram, beruang Siberia amat menakutkan dan mampu menewaskan seorang pria dewasa. Nikolay amat ketakutan karena hampir mustahil lolos dari serangan hewan buas ini.

Di tengah ketakutannya Nikolay berteriak-teriak dengan harapan bisa mengusir si beruang.

Penjelasan Polri, Kivlan Zen Menentukan Target hingga Rencana Pembunuhan, Rp 5 Juta untuk Intai

BPN Persoalkan Jabatan Maruf Amin, KPU Merasa Dituduh Tak Cermat, Kenapa Baru Sekarang?

Namun, langkah ini malah menjadi senjata makan tuan karena beruang itu malah langsung menyerangnya.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved