Kasus Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Penyidik Kejati Telah Kantongi Calon Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Penyidik Kejati NTT Telah Kantongi Calon Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Penyidik Kejati Telah Kantongi Calon Tersangka
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim SH, MH 

Kasus Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Penyidik Kejati NTT Telah Kantongi Calon Tersangka

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur telah mengantongi nama-nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi megaproyek NTT Fair. Penetapan tersangka akan dilakukan segera usai pihak penyidik Tipidsus Kejati NTT melengkapi bukti dalam kasus yang terjadi pada tahun anggaran 2018 ini.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Dr. Febrie Ardiansyah, SH, MH melalui Kasi Penkum dan Humas Abdul Hakim pada Selasa, 11/06/2019 di gedung Kejati NTT mengatakan bahwa saat ini tim penyidik telah mengantongi nama-nama calon tersangka dalam kasus ini. Penetapan tersangka akan dilakukan segera dalam minggu ini.

DPRD TTU Minta PT Gabrieel Gabryela Jaya Segera Perbaiki Jalan dalam Kota Kefamenanu

"Penetapan tersangkanya akan dilakukan dalam waktu dekat, minimal setelah Minggu ini," ujar Abdul Hakim.

Terkait kesan berlarutnya penetapan tersangka, ia menjelaskan bahwa tim penyidik harus memastikan semua alat bukti dan saksi sehingga kasus ini dapat ditangani dengan baik hingga ke persidangan. Saat ini, lanjut Abdul Hakim, pihak penyidik tengah melengkapi berbagai bukti tambahan termasuk menunggu rampungnya hasil audit kerugian negara dari BPKP NTT.

Kepala BKPP dan Pemkab SBD Diskusikan Hak 86 Honda yang Kontraknya Tidak Diperpanjang

Ia mengatakan, BPK memang telah melakukan audit terkait pelaksanaan proyek. Tetapi dalam kasus korupsi, penyidik tetap meminta audit PKN (penghitungan kerugian negara) kepada BPKP.

Sebelumnya, pihak Kejati berencana melakukan gelar perkara sekaligus menetapkan tersangka dalam bulan Mei 2019. Namun dalam perjalanan, hingga pertengahan Juni, penetapan tersangka belum dilakukan pihak Kejati.

Dalam kasus ini, tim penyidik Kejati NTT telah memeriksa sebanyak 30 orang saksi termasuk Kepala Dinas PRKP NTT, PPK, pihak kontraktor dan konsultan serta mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Sekda NTT Ir Ben Polo Maing beserta ajudannya masing masing..

Kasus dugaan korupsi pada proyek dengan nama paket kegiatan Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair itu dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT dengan dana yang bersumber pada APBD Provinsi NTT dengan nilai kontrak sebesar Rp. 29.919.120.500.

Proyek dengan nomor kontrak PRKP-NTT/643/487/BID.3CK/V/2018 Tanggal 14 Mei 2018 ini dikerjakan oleh PT. Cipta Eka Puri sebagai kontraktor pelaksana dan diawasi oleh konsultan pengawas dari PT. Dana Consultant.

Sesuai dengan perjanjian, masa pelaksanaan proyek selama 220 hari kalender mulai tanggal 14 Mei 2018 hingga 29 Desember 2018. Namun hingga berakhirnya kontrak, berdasarkan audit BPK, realisasi fisik proyek hanya mencapai 70 persen. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved