Jamari Benarkan Tahanan Kasus Pencurian Tewas Gantung Diri

tahanan kasus pencurian, Filipus Olla yang tewas akibat gantung diri di dalam Rutan Soe. Hasil olah TKP dan visum menunjukkan tidak ada tan

Jamari Benarkan Tahanan Kasus Pencurian Tewas Gantung Diri
Pos Kupang.com/Dion Kota
jenazah Filipus Olla dibaringkan di atas tandu dan ditutup dengan kain sebelum dibawa ke RSUD Soe

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Kasat Reskrim Polres Iptu, Jamari, SH., MH membenarkan adanya tahanan kasus pencurian, Filipus Olla yang tewas akibat gantung diri di dalam Rutan Soe. Hasil olah TKP dan visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban meninggal dengan ciri-ciri orang gantung diri.

" Iya, benar tahanan kasus pencurian babi yang berkasnya masih tahap 1 meninggal di rutan Soe akibat gantung diri. Korban baru kita pindahkan ke rutan Soe untuk menjalani masa tahanan pada Senin siang, sebelum ditemukan sudah tak bernyawa pada Selasa malam," ungkap Jamari kepada pos kupang.com, Selasa (11/6/2019) melalui sambungan telepon.

Ini Kata Kapten Persija Jakarta soal Kepelatihan Julio Banuelos dengan Ivan Kolev

Informasi meninggalnya korban dikatakan Jamari sudah disampaikan kepada pihak keluarga. Kronologi dan penyebab meninggalnya korban juga disampaikan kepada keluarga. Setelah mendengarkan penjelasan pihak kepolisian, keluarga menerima kematian korban akibat bunuh diri.

" Keluarga sudah menerima kematian korban sebagai ajalnya. Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Soe sebelum diambil pihak keluarga guna dimakamkan di kampung halaman korban," jelas Jamari.

Persib Bandung Tiru Klub Eropa Bentuk Tim Satelit ? Ini Kata Pelatih Maung Bandung Robert Alberts

Untuk diketahui, Filipus merupakan tahanan kasus pencurian babi sejak bulan Mei lalu. Filipus dilaporkan ke polisi usai Sufa, salah satu korban aksi pencurian Filipus mendapati dua ekor babinya sedang terikat di depan kamar kos milik Filipus di kawasan Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan.

Filipus tak berkutik ketika Sufa bersama aparat kepolisian mendatangi kosnya guna menangkapnya. Dua ekor babi hasil curian langsung diamankan sebagai barang bukti.

Informasi yang dihimpun pos Kupang dari tetangga kos Filipus, diketahui selama ini Filipus sering membawa babi dan diikat di depan kamar kosnya. Tetangga Filipus selama ini mengetahui jika Filipus merupakan papalele yang bekerja jual beli babi.
Hal inilah yang membuat para tetangga tidak menaruh curiga terhadap babi-babi yang dibawa Filipus.

" Kami sangka dia ini papalele, yang kerjanya beli terus jual kembali babi. Kami taunya dia beli babi ini dari lili, Kabupaten Kupang baru jual kembali. Ternyata itu babi hasil curian," ungkap tetangga Filipus yang enggan namanya ditulis.
Filipus diketahui tinggal bersama istri dan dua orang anaknya. Pasca penangkapan

Filipus, istri dan anaknya sudah tidak lagi tinggal di kos. Pintu kamar kos Filipus nampak digembok saat didatangi pos kupang.com. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved