BPN Persoalkan Jabatan Maruf Amin, KPU Merasa Dituduh Tak Cermat, Kenapa Baru Sekarang?

Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari merasa pihaknya dituduh tidak cermat dalam proses verifikasi pencalonan presiden dan wakil pres

BPN Persoalkan Jabatan Maruf Amin, KPU Merasa Dituduh Tak Cermat, Kenapa Baru Sekarang?
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Jokowi-Maruf saat menyampaikan pidato kemenangan di Kampung Deret, Jakarta, Selasa (21/5/2019). 

BPN Persoalkan Jabatan Maruf Amin, KPU Merasa Dituduh Tak Cermat, Kenapa Baru Sekarang?

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari merasa pihaknya dituduh tidak cermat dalam proses verifikasi pencalonan presiden dan wakil presiden.

Hal ini berkaitan dengan tudingan Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga (BPN) Bambang Widjojanto yang menyebut bahwa nama Ma'ruf Amin masih tercatat sebagai pejabat di BNI Syariah dan Mandiri Syariah.

Sehingga, seharusnya Ma'ruf tak lolos verifikasi oleh KPU. "Tuduhan itu sama dengan menuduh bahwa KPU ketika proses pencalonan itu tidak hati-hati, tidak cermat, kira-kira begitu kan. Ini perlu kami klarifikasi sekarang," kata Hasyim di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Menurut Hasyim, pihaknya melakukan verifikasi dan penelitian administrasi pada masa pendaftaran calon.

Sejak awal pun KPU telah mengetahui kedudukan Ma'ruf Amin di kedua bank tersebut sebagai Dewan Pengawas Syariah sehingga KPU mengklarifikasi ke lembaga-lembaga terkait.

Hasilnya, didapati bahwa Bank BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah adalah anak perusahaan, bukan merupakan BUMN atau BUMD.

Oleh karenanya, KPU kemudian menyatakan Ma'ruf Amin memenuhi syarat sebagai cawapres, karena yang bersangkutan tak menjabat di BUMN atau BUMD.

"KPU dalam ruangan itu juga menggunakan kesempatan melakukan klarifikasi ke sana ke mari kepada lembaga-lembaga yang punya otoritas untuk menentukan itu," ujar Hasyim.

Hasyim justru mempertanyakan jika ada pihak-pihak yang keberatan dengan lolosnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres dengan jabatan yang bersangkutan sebagai Dewan Pengawas Syariah di di BNI Syariah dan Mandiri Syariah.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved