Romo Vikep Bajawa Sebut Hari Raya Lebaran Pererat Toleransi Antar Umat Beragama

Romo Vikep Bajawa Sebut Hari Raya Lebaran Pererat Toleransi Antar Umat Beragama

Romo Vikep Bajawa Sebut Hari Raya Lebaran Pererat Toleransi Antar Umat Beragama
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Vikep Bajawa Romo Yosep Daslan, Pr 

Romo Vikep Bajawa Sebut Hari Raya Lebaran Pererat Toleransi Antar Umat Beragama

POS-KUPANG.COM | NGADA - Vikep Bajawa Romo Yosep Daslan Moangkabu, Pr mengatakan bahwa moment lebaran merupakan kesempatan untuk terus mempererat toleransi antar umat beragama.

Romo Yos mengatakan warga Ngada tidak membeda-bedakan antar sesama pemeluk agama karena masyarakat yang ada dalam masyarakat yang memahami budaya dan juga menerima adanya perbedaankena berasal dari suatu lahan yang sama dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

Kawasan Penghijauan Tempat Favorit Buang Sampah, Julie Laiskodat Pernah Pungut Sampah di Sini

"Ini momen selain saling memaafkan kita juga perkuat hidup rukun bersama dalam hidup beragama. Dengan hidup rukun bersama kedepan kita mampu menghadapi tantangan-tantangan yang ingin memecah belah kebersamaan kita," ujar Romo Yos, Senin (10/6/2019).

Ia mengatakan Perayaan Idul Fitri merupakan momen untuk kembali mendekatkan persatuan kita membangun Ngada kedepan.

Ini yang Dilakukan KPU Menghadapi Gugatan Prabowo-Sandi di MK

"Toleransi kita secara keseluruhan di NTT sangat tinggi dan menurut saya untuk wilayah Kabupaten Ngada bisa menjadi contoh bagi semua warga Indonesia," ujarnya.

Ia juga menyinggung kerusuhan 21 dan 22 Mei lalu. Dirinya menegaskan bahwa NKRI itu adalah harga mati dan ada tantangan untuk menghancurkan begara kita.

"Bagi saya kita harus melawan, kita perlu mendukung TNI dan Polri untuk terus menjaga situasi warga Negara Indonesia agar tetap aman dan damai. Polri juga harus menindak tegas, dan perlu mencari tahu orang-orang yang menjadi dalang tindakan anarkis tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa, mengungkapkan bahwa masyarakat Ngada sangat menghargai perbedaan.

Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh dengan provokasi sekelompok orang yang ingin merusak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah bagus.

Bupati Paulus mengungkapkan pula bahwa setiap orang yang merupakan masyarakat Kabupaten Ngada untuk tetap bersinergi dalam membangun kehidupan yang harmonis satu dengan lainnya karena dengan kehidupan yang tenang dan harmonis maka semua orang dapat melaksanakan aktivitasnya dengan tenang dan damai.

Ia juga memberikan apresiasi yang penuh kepada TNI dan Polri tiang dalam menjaga keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia dalam tugas dan tanggung jawab yang diberikan negara kepada penegak hukum disebut juga masyarakat Kabupaten Ngada yang yang juga turut memberikan kontribusi positif dengan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved