Pemkab Malaka Sudah Serahkan Data Formasi CPNS ke Menpan

Pemerintah Kabupaten Malaka ( Pemkab Malaka) Sudah Serahkan Data formasi cpns ke Menpan RB

Pemkab Malaka Sudah Serahkan Data Formasi CPNS ke Menpan
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Sekda Malaka, Donatus Bere 

Pemerintah Kabupaten Malaka ( Pemkab Malaka) Sudah Serahkan Data formasi cpns ke Menpan RB

POS-KUPANG.COM | BETUN - Pemerintah Kabupaten Malaka sudah menyerahkan data kebutuhan pengawai kepada Menteri Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

Pemkab Malaka mengusulkan lebih dari 500 formasi untuk CPNS tahun 2019.

Herman Man Ingatkan ASN Digaji Negara untuk Melayani Masyarakat

Hal itu dikatakan Sekda Malaka, Donatus Bere kepada Pos Kupang.Com, saat ditemui di Kantor Bupati, Senin (10/6/2019).

Menurut Donatus, Pemkab Malaka sudah mengusulkan kebutuhan pengawai kepada Menpan-RB melalui aplikasi secara online.

Sempat Salah Tangkap, Polisi Berhasil Tangkap Pria yang Ancam Bunuh Jokowi dan Hina Wiranto

Pemerintah daerah mengusulkan banyak formasi namun keputusan formasi tetap berada di pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Malaka hanya mengharapkan agar formasi bagi Pemkab Malaka bisa lebih dari 500.

"Tahun lalu kita usulkan 500. Kalau boleh yah tahun ini bisa melampau supaya mengakomodir anak-anak Malaka yang belum diakokodir" kata Donatus.

Lanjut Donatus, sesuai terget dari Kementerian, Oktober 2019 akan dilakukan perekrutan CPNS dan PPPK dengan alokasi 30 persen untuk CPNS dan 70 persen untuk PPPK.

Menurut Donatus, untuk Kabupaten Malaka masih membutuhkan banyak pegawai, baik tenaga medis, pendidikan maupun tenaga teknis. Kebutuhan tenaga tersebut untuk mengisi jabatan yang masih lowong akibat kekurangan pegawai dan juga karena ada pegawai yang pensiun.
Pasalnya, dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, banyak ASN yang pensiun.

Meski Ia tidak menghafal jumlahnya, namun yang pasti para pegawai banyak yang pensiun dalam waktu satu atau dua tahun ke depan. Karena secara nasional tercatat sekitar 25 persen ASN seluruh Indonesia pensiun tahun 2019.

"Untuk guru kita butuh karena banyak guru yang tahun ini, tahun depan dan dua tahun lagi pensiun," ungkap Donatus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved