Herman Man Ingatkan ASN Digaji Negara untuk Melayani Masyarakat

Wakil Walikota Kupang, Herman Man Ingatkan ASN Digaji Negara untuk Melayani Masyarakat

Herman Man Ingatkan ASN Digaji Negara untuk Melayani Masyarakat
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Wakil Walikota Kota Kupang, Herman Man 

Wakil Walikota Kupang, Herman Man Ingatkan ASN Digaji Negara untuk Melayani Masyarakat

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Walikota Kupang, Herman Man menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) digaji oleh Negara untuk melayani masyarakat. Hal itu ditegaskan Herman saat memberi arahan dalam apel di Balai Walikota Kupang, Senin (10/6/2019).

Herman menegaskan, baik di berita maupun di media sosial Pemkot Kupang seringkali dikritik, terutama dalam aspek pelayanan publik.

Sempat Salah Tangkap, Polisi Berhasil Tangkap Pria yang Ancam Bunuh Jokowi dan Hina Wiranto

"Masyarakat mengerti kalau kita kekurangan uang, kalau pembangunan infrastruktur terlambat, itu orang tidak terlalu heran. Tetapi kalau pelayanan publik buruk itu manjadi sasaran," tegasnya.

Herman mengatakan, kritikan terhadap aspek pelayanan publik merukan hal yang wajar dan secara logis dapat dimengerti karena ASN digaji oleh Negara, diangkat dalam jabatan untuk melayani.

Dokter Perempuan di Afrika Selatan Gigit Lidah Pria hingga Putus, Ternyata Ini Penyebabnya

Lanjutnya, salah satu sikap penting dalam melayani adalah disiplin. "Berkali-kali saya beritahu saudara bahwa kita harus disiplin. Jadi kalau kita hari ini berdiri di bawah panas, itu menunjukkan sikap kedisiplinan kita," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Herman juga memantau barisan para ASN. Itu dilakukan Herman untuk mengecek jumlah ASN yang tidak hadir pada hari pertama masuk kerja pasca liburan lebaran.

Seusai memantau, dalam arahannya, Herman mengatakan, ia cukup senang karena hanya sedikit ASN yang tak hadir.

"Kepada yang muslim saya ucapkan selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin. Saya berterima kasih kepada kita semua yang hadir pada hari ini. Hari ini rata-rata hadir semua. Jadi mari kita semangat bekerja," ungkap Herman.

Akan tetapi, lanjtunya, sebelum jam 3 sore, hari ini, Pemkot akan membuat laporan ketidakhadiran ASN di lingkup Pemkot yang ke Menpan. "Sampai dengan tanggal 10 Juli 2019, akan dilaporkan tindakan kepada mereka yang tidak hadir tanpa alasan. Dan pasti akan diberikan sanksi," ungkap Herman.

Kepala BKD Kota Kupang, Ade Manafe, ditemui POS-KUPANG.COM, menjelaskan, pihaknya belum merekap berapa jumlah ASN yang tidak hadir.

"Tadi bersama pa Wakil Walikota kami cek setiap barisan, yah 2 atau 3 persen tidak hadir. Tapi rata-rata yang tidak hadir itu punya alasan dan dapat diterima. Ada yang sakit, atau anaknya sakit dan itu ada surat keterangan dari dokter," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved