Gubernur NTT Dorong Para Bupati dan Wali Kota Dua Kali Setahun Keluar Negeri Jual Potensi Daerah

Pejabat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Dorong Para Bupati dan Wali Kota Dua Kali Setahun Keluar Negeri Jual Potensi daerah

Gubernur NTT Dorong Para Bupati dan Wali Kota Dua Kali Setahun Keluar Negeri Jual Potensi Daerah
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Suasana rapat di Hotel Ayana Labuan Bajo, Senin (10/6/2019). 

Pejabat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Dorong Para Bupati dan Wali Kota Dua Kali Setahun Keluar Negeri Jual Potensi daerah

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Semua bupati/wali kota di Provinsi NTT didorong untuk berkunjung ke luar negeri sebanyak dua kali dalam satu tahun.

Kepergian ke luar negeri itu bukan untuk berlibur dan sekedar jalan-jalan tetapi untuk menjual potensi yang ada di daerahnya masing-masing, sekaligus bertemu dengan para calon investor.

Pasca Libur Lebaran, ASN Kelurahan Potulando Kerja Bakti

Bila tidak ada hasilnya maka bupati bersangkutan harus mengembalikan lagi uang perjalanannya menggunakan uang pribadi.

Demikian yang disampaikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat rapat kerja gubernur NTT bersama para bupati/wali kota dan pelaku ekonomi di lantai tiga Hotel Ayana Labuan Bajo, Senin (10/6/2019).

Perbaikan Jalan Rusak di Ruteng Masih Dalam Proses Tender

Rapat itu bertujuan untuk memantapkan pelaksanaan masyarakat ekonomi Nusa Tenggara Timur.

Gubernur Viktor saat itu meminta para bupati/wali kota untuk serius memaksimalkan upaya pengembangan potensi ekonomi di daerahnya masing-masing.

"Ke luar negeri itu jangan pergi shopping. Jangan pulang dari luar negeri hanya tunjuk foto-foto. Saya desain dalam satu tahun dua kali ke luar negeri. Siapkan anggarannya. Keluar itu mau pi jualan. Sampaikan di sana, misalnya kami punya kopi sekian atau komoditi lainnya," kata Viktor.

Dia menegaskan bahwa para bupati/wali kota sangat perlu untuk bicara di luar negeri demi peningkatan ekonomi di daerahnya masing-masing.

"Nanti sekalian foto-foto di sana kalau ada kesempatan. Bicara langsung di Eropa. Sehingga Bahasa Inggrisnya harus mulai latihan. Tidak mungkin kita bicara tentang Labuan Bajo tidak pakai Bahasa Inggris," kata Viktor.

Dia meminta para bupati/wali kota jangan ke luar negeri tanpa tujuan itu. "Silahkan kontak sana kontak sini," kata Viktor.

Dirinya, kata dia, bila ke luar negeri tidak lupa membawa sarung khas NTT untuk diperkenalkan di sana.

Pola itu, kata dia, harus dilakukan dalam
rangka mewujudkan masyarakat ekonomi Nusa Tenggara Timur. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved