Gubernur NTT dan Wakil Bersama Para Bupati dan Wali Kota Berkunjung ke Pulau Komodo

Rombongan Gubernur NTT dan Wakil Bersama Para bupati dan Wali Kota Berkunjung ke Pulau Komodo

Gubernur NTT dan Wakil Bersama Para Bupati dan Wali Kota Berkunjung ke Pulau Komodo
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama para bupati/wali kota saat berangkat ke Pulau Komodo dari dermaga kayu Hotel Ayana Labuan Bajo, Senin (10/6/2019). 

Rombongan Gubernur NTT dan Wakil Bersama Para bupati dan Wali Kota Berkunjung ke Pulau Komodo

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan wakilnya Yosef Nae Soi bersama sejumlah bupati/wali kota se-Provinsi NTT, berkunjung ke Pulau Komodo setelah rapat kerja di Hotel Ayana Labuan Bajo, Senin (10/6/2019).

Mereka berangkat dari dermaga kayu Hotel Ayana pukul 15.10 Wita menggunakan tiga unit kapal wisata, didampingi satu kapal lainnya untuk mengawal.

Romo Vikep Bajawa Sebut Hari Raya Lebaran Pererat Toleransi Antar Umat Beragama

Rapat kerja masih akan berlanjut Senin malam di rumah jabatan bupati Manggarai Barat.

Dalam rapat hari itu, sejumlah bupati menyampaikan dukungan mereka terhadap penerapan masyarakat ekonomi Nusa Tenggara Timur.

Gubernur Viktor saat itu mendorong para bupati/wali kota untuk serius memaksimalkan pengelolaan potensi di daerah masing-masing, termasuk komoditi pertanian dan perkebunan.
Salah satunya yakni tentang pengelolaan potensi kelapa di Kabupaten Sikka untuk menjadi bahan pembuatan sabun serta minyak goreng.

Kawasan Penghijauan Tempat Favorit Buang Sampah, Julie Laiskodat Pernah Pungut Sampah di Sini

Bila itu terwujud kata dia maka akan diperkuat oleh regulasi agar produk-produk sabun lainnya tidak boleh jual di NTT.

"Begitu ada sabun lainnya kita rampok. Ngga gampang ini," kata Viktor dengan nada guyon.

Demikian juga dengan komoditi di kabupaten/kota lainnya di NTT agar serius dikelola demi mendukung pelaksanaan masyarakat ekonomi NTT.

"Ini bukan ide saya tetapi ide para bupati dan wali kota. Mari kita kerjakan. Kalau dalam perjalanan selama enam bulan tetap ada produk lain dari luar yang sama seperti produk di NTT, berarti bupatinya berkianat. Termasuk gubernur. Karena itu kita tidak boleh wacana lagi," kata Viktor. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved