Asisten I Sumbar, Himbau Rakyat Hormati Keputusan Gubernur NTT

Tata batas yakni antara Desa Gaura, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat dengan Desa Karang Indah, Kecamatan Kodi Balagar

Asisten I Sumbar, Himbau Rakyat Hormati Keputusan Gubernur NTT
Pos Kupang/Petrus Piter
Drs.Imanuel Mesakh Anie, M.Si

Asisten I Sumbar, Himbau Rakyat Hormati Keputusan Gubernur NTT

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA--Asisten pemerintahan dan kesejahteraan Setda Kabupaten Sumba Barat, Imanuel M.Ani, menghimbau masyarakat menghormati keputusan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H terkait penyelesaian tata batas administrasi pemerintahan Kabupaten Sumba Barat dengan Kabupaten Sumba Barat Daya di wilayah selatan Sumba Barat

Tata batas yakni antara Desa Gaura, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat dengan Desa Karang Indah, Kecamatan Kodi Balagar, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Menurutnya, keputusan gubernur tersebut adalah terbaik bagi masyarakat Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Demikian disampaikan Asisten I Setda Kabupaten Sumba Barat, Imanuel M.Ani ketika diminta tanggapan atas adanya sikap penolakan warga Desa Karang Indah, Kecamatan Kodi Balagar, Kabupaten Sumba Barat Daya untuk bergabung ke Kabupaten Sumba Barat sebagaimana telah diputusan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H bersama Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole dan Bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H di Tambolaka, SBD, tanggal 27 Pebruari 2019.

Sikap penolakan warga tersebut berlangsung dalam deklarasi bersama masyarakat Desa Karang Indah, SBD menolak bergabung ke ke Kabupaten Sumba Barat sebagaimana berlangsung di Desa Karang Indah, Sabtu (8/6/2019).

Menurutnya di negara kesatuan Republik indonesia ini, kekuasaan tertinggi pemerintahan berada ditangan presiden yang selanjudnya dilaksanakan menteri, gubernur, bupati dan walikota.

Posisi gubernur, dalam hal ini, adalah perwakilan pemerintah pusat di daerah sehingga apa yang diputuskan gubernur adalah yang terbaik dan semua pihak harus menerimanya.

" Kami tidak dalam posisi memperdebatkan aspirasi rakyat yang disampaikan, karena hal itu sah-sah saja dalam era demokrasi seperti ini. Tetapi perlu diingat bahwa tahap proses tentang wilayah tersebut sudah dilalui dengan melibatkan kedua pemda yakni pemda Sumba Barat dan Pemda Sumba Barat Daya, propinsi dan pusat sehingga saat ini, tinggal kita semua menunggu keputusan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved