Yakinkan Kaltim Layak Jadi Ibu Kota Baru, Pemprov Sudah 2 Kali Bertemu Pemerintah Pusat

Yakinkan Kaltim Layak Jadi Ibu Kota Baru, Pemprov Sudah 2 Kali Bertemu Pemerintah Pusat

Yakinkan Kaltim Layak Jadi Ibu Kota Baru, Pemprov Sudah 2 Kali Bertemu Pemerintah Pusat
KOMPAS.com/Biro pers setpres
Presiden Joko Widodo meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu lokasi calon Ibu Kota baru, Selasa (7/5/2019). 

Yakinkan Kaltim Layak Jadi Ibu Kota Baru, Pemprov Sudah 2 Kali Bertemu Pemerintah Pusat

POS-KUPANG.COM - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Zairin Zain mengatakan, Pemprov Kaltim sudah dua kali berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim.

Dalam pertemuan itu, Pemprov Kaltim ingin meyakinkan bahwa Kaltim layak menjadi Ibu Kota baru menggantikan Jakarta. Pemprov Kaltim telah menyiapkan lahan sekitar 62.000 hektare di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto yang lokasinya sudah dikunjungi Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Sidak Dadakan, Ombudsman Soroti Fasilitas Sel Polsek Cempaka Putih

"Lokasi Bukit Soeharto sebagai calon Ibu Kota Negara telah disurvei oleh Presiden Joko Widodo. Kemudian kami sudah dua kali koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait kesiapan kita menjadi Ibu Kota Negara," ujar Zairin, setelah menghadiri "open house" dengan Gubernur Kaltim dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim, di Samarinda, Kamis (6/6/2019).

Ia menceritakan, dua kali pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri tersebut untuk meyakinkan tentang kesiapan Kaltim menjadi Ibu Kota Negara menggantikan Jakarta, seiring wacana pemindahan Ibu Kota yang akan dimulai pembangunannya tahun 2020, sehingga tahun ini harus dipastikan daerah mana yang ditunjuk.

Pemprov Akan Bangun Kembali Rumah yang Terbakar Akibat Kerusuhan di Buton

Hingga saat ini hanya ada dua provinsi yang menjadi calon kuat menjadi Ibu Kota, yakni Provinsi Kalteng dan Provinsi Kaltim. "Kami sudah dua kali memaparkan kondisi Kaltim dan meyakinkan pemerintah pusat bahwa Kaltim siap menjadi Ibu Kota Negara. Namun, sampai sekarang memang belum ada kepastian penunjukan. Kita tunggu keputusan pusat. Kita berharap Kaltim yang ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa setidaknya terdapat tiga syarat untuk menentukan wilayah yang akan ditetapkan sebagai Ibu Kota baru menggantikan Jakarta.

Tiga syarat itu berdasarkan hasil kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yakni Ibu Kota yang baru harus dekat dengan akses bandara internasional, dekat dengan pelabuhan laut, dan aman dari bencana alam baik gempa bumi, tsunami maupun banjir.

Dari syarat-syarat tersebut, maka Bukit Soeharto yang masuk Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara ini strategis karena diapit dua bandara besar, dekat dengan pelabuhan laut yang berfungsi untuk mempercepat akses pembangunan.

Dua bandara itu adalah Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Sepinggan, Balikpapan. Kemudian Bandara APT Pranoto di Samarinda Utara, Kota Samarinda.

Berikutnya di Balikpapan ada dua pelabuhan besar, yakni Pelabuhan Karingau yang merupakan pelabuhan ekspor, kemudian Pelabuhan Semayang yang merupakan pelabuhan untuk kapal penumpang.

Bahkan Samarinda pun ada dua pelabuhan, yakni khusus kargo dan pelabuhan khusus penumpang.

Dari sisi keamanan, kawasan ini sudah memilikinya karena tidak ada potensi tsunami, gempa bumi, tidak ada gunung aktif. Bahkan jalan Tol Balikpapan-Samarinda pun segera rampung sehingga menjadi modal untuk percepatan akses transportasi. (Kompas.com/David Oliver Purba)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2 Kali Bertemu Pemerintah Pusat, Pemprov Ingin Yakinkan Kaltim Layak Jadi Ibu Kota Baru",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved