Sepeda Motor Warga Belu Dibawa Lari Orang Tak Dikenal di Betun

Satu Unit Sepeda Motor Warga Kabupaten Belu Dibawa Lari orang tak dikenal di Betun

Sepeda Motor Warga Belu Dibawa Lari Orang Tak Dikenal di Betun
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Polisi melakukan olah TKP kasus kehilangan sepeda motor di Pasar Beabuk-Betun, Kabupaten Malaka, Kamis (6/6/2019). 

Satu Unit Sepeda Motor Warga Kabupaten Belu Dibawa Lari orang tak dikenal di Betun

POS-KUPANG.COM | BETUN - Sepeda motor honda revo fit milik Ferimun Ariwan Tunis alias Feri hilang dibawa orang tak dikenal saat parkir di Pasar Beabuk, Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.

Peristiwa ini terjadi Rabu (5/6/2019) sekitar pukul 19.00 Wita dan baru dilaporkan ke Polsek Malaka Tengah, Kamis (6/6/2019) sore.

AHY Ubah Strategi Politik Partai Demokrat, Begini Pandangan Ray Rangkuti

Pemilik motor, Ariwan Tunis alias Feri kepada wartawan mengatakan, ia bersama istrinya, Ade Seribein datang dari Wedomu, Kabupaten Belu menuju Desa Metamauk, Kecamatan Kobalima Timur. Kedatanganya ke Metamauk untuk berobat di rumah kerabat melalui pengobatan tradisional.

Sebelum ke Metamauk, mereka singgah di Pasar Beabuk-Betun untuk belanja sayur sekitar pukul 19.00 Wita. Feri memarkir motor lalu menuju ke pasar. Belum sempat belanja, Feri menoleh ke arah motor untuk menggambil kunci motor yang saat itu lupa dicabut dari tempat kuncinya. Namun, sepeda motornya sudah tidak berada di tempar parkir.

Ketua DPR Berharap Momentum Lebaran Turunkan Tensi Politik Pemilu 2019

Dalam keadaan panik, Feri bersama istrinya pulang ke Metamauk menggunakan jasa ojek. Keesokan harinya, Kamis sore (6/6/19) Feri melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Malaka Tengah dengan membawa STNK.

Menurut Feri, sepeda motor tersebut
warna hitam lis marah dan belum ada plat nomor. Motor berusia tiga bulan dan status masih kredit.

Kapolrse Belu, AKBP Chiristian Tobing melalui Kapolsek Malaka Tengah, AKP Alnofriwan Zaputra Ketika dikonfirmasi mengatakan, polisi sudah menerima laporan korban atas kehilangan sepeda motornya.

Polisi akan lakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meningkatkan patroli di wilayah hukum Polsek Malaka Tengah.

Terkiat kejadian tersebut, Alnofriwan menghimbau kepada masyarakat pemilik kendaraan sepeda motor agar tetap waspada ketika memarkir di tempat umum. Sebab, kejahatan biasanya terjadi karena ada kesempatan dan niat dari pelaku.

"Biasanya kejahatan distimulasi dua hal, niat dan kesempatan. Mereka (pelaku-Red) memiliki niat, tetapi mereka juga melihat kesempatan," kata Alnofriwan. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved