Rusia Tuduh Kapal Perang AS Lakukan "Manuver Berbahaya", Kapal Perangnya Hampir Bertabrakan

Rusia menuduh kapal perang Amerika Serikat ( AS) melakukan "manuver berbahaya" terhadap kapal perang mereka sehingga hampir tabrakan.

Rusia Tuduh Kapal Perang AS Lakukan
File via Radio Free Europe
Kapal perang anti-kapal selam Rusia Admiral Vinogradov. 

Rusia Tuduh Kapal Perang AS Lakukan "Manuver Berbahaya",
Kapal Perangnya Hampir Bertabrakan

POS KUPANG.COM, MOSKWA -- Rusia menuduh kapal perang Amerika Serikat ( AS) melakukan "manuver berbahaya" terhadap kapal perang mereka sehingga hampir tabrakan.

Kapal penjelajah berkekuatan rudal presisi USS Chancellorsville tiba-tiba berputar arah ketika berlayar di sebelah kapal anti-kapal selam Admiral Vinogradov.

Dilansir Interfax via AFP Jumat (7/6/2019), Armada Pasifik Rusia menyatakan USS Chancellorsville langsung memotong jalur pelayaran Admiral Vinogradov.

Dalam rilis resmi armada, kapal yang bermarkas di Armada Yokosuka Jepang itu mendekat dengan jarak hingga 50 meter sebelum melewati Vinogradov.

Admiral Vinogradov pun terpaksa melakukan manuver darurat guna menghindari tabrakan. Nota protes dilaporkan sudah dikirimkan kepada komandan Chancellorsville.

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Rusia Admiral Viktor Kravchenko menuduh AS melakukan "perilaku hooligan" dengan respon dari komandan Chancellorsville belum diterima.

Baik Rusia dan AS sama-sama mempunyai sejarah saling menuduh satu sama lain melakukan manuver berbahaya baik di kawasan perairan maupun udara.

Bentrokan Berdarah Adonara, Polisi Tangkap Tujuh Pelaku, Polres Sikka Kirim Personil

Bentrok di Naibonat, Keluarga Korban Ramos Horta Desak Polisi 3x24 Jam Tangkap Pelaku Penikaman

Menggemaskan, Jan Ethes Hormat Berndera, Warga Net Sebut Penerus Jokowi

Argentina Kembali Berharap Keajaiban Messi di Copa America

Dikutip Radio Free Europe, protes Kremlin terjadi tiga hari setelah Armada Keenam AS menyatakan jet tempur Sukhoi Su-35 memotong pesawat mereka di Mediterania.

Kemudian pada Juni 2016, baik Washington maupun Moskwa sama-sama melontarkan tuduhan kapal perang mereka saling mendekat di perairan yang sama.

Kemudian di Mei lalu, AS mengirim jet tempur untuk mencegat enam pesawat militer Rusia yang memasuki Alaska, dan terus dikawal hingga keluar dari zona udara AS.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved