Diancam Trump, Meksiko Kirim 6.000 Pasukan Tangkal Migran ke Guatemala

Diancam Donald Trump, Meksiko Kirim 6.000 Pasukan Tangkal Migran ke Guatemala

KOMPAS.com/via Sky News
Para migran berlari menyelamatkan diri dari gas air mata yang ditembakkan polisi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko Minggu (25/11/2018). 

"Kami sudah memberitahukannya kepada pihak Meksiko mengenai rencana itu dan saya sungguh-sungguh dengan ucapan saya," tambah presiden 72 tahun itu.

Kepala Komunikasi Gedung Putih Mercedes Schlapp kepada Fox News seperti dikutip AFP mengatakan dari apa yang dilihatnya, upaya yang dilakukan Meksiko masih belum cukup.

Ebrard menolak berkomentar ketika didesak dengan pertanyaan terkait usulan AS tentang "negara ketiga" di mana para migran bakal mengurus suaka dari Meksiko alih-alih AS.

Pada awal pekan ini, Ebrard sempat menolak gagasan tersebut. Tetapi Gedung Putih menyatakan hanya itulah satu-satunya cara yang harus mereka terapkan.

Washington Post melaporkan bahwa kesepakatan itu bisa memberi wewenang AS mendeportasi migran dari Honduras dan El Salvador ke Guatemala.

Sementara itu, bank di Mexico City dilaporkan membekukan rekening 26 pelaku perdagangan manusia yang bertanggung jawab mengatur karavan migran tersebut.

Dua aktivis dari Pubelo Sin Fronteras ditangkap setelah diduga mereka menawarkan sejumlah uang kepada migran untuk masuk secara ilegal ke Meksiko.

Aparat Meksiko juga menghentikan karavan berisi 420 orang yang sebelumnya diduga berisi 1.200 orang. Namun kebanyakan dari mereka kabur ketika melihat aparat. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diancam Trump, Meksiko Kirim 6.000 Pasukan Tangkal Migran ke Guatemala",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved