Lima Perempuan Ini Mengamuk Saat Diamankan di Bandara El Tari Kupang, Kenapa Ya?

Lima Perempuan ini mengamuk saat diamankan di Bandara El Tari Kupang, kenapa ya?

Lima Perempuan Ini Mengamuk Saat Diamankan di Bandara El Tari Kupang, Kenapa Ya?
ISTIMEWA
Para CTKI yang dicekal oleh Satgaspam dan Satgasnaker Bandara El Tari Kupang, Kamis (6/6/2019). 

Lima Perempuan ini mengamuk saat diamankan di Bandara El Tari Kupang, kenapa ya?

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak lima orang perempuan, calon tenaga kerja wanita (TKW) mengamuk saat diamankan oleh Satgaspam dan Satgasnaker di Bandara El Tari Kupang, Kamis (6/6/2019).

Kelima perempuan tersebut, yaitu, Antonita Bete (Kabupaten Malaka), Foni Tamelab (Kabupaten Kupang), Yulianti Mona (Timor Tengah Utara), Valerya Cindy Natun (Timor Tengah Utara) dan Dolly Liliana Junus (Kabupaten Lembata).

BREAKING NEWS: Petinju Putri Indonesia Silpa Lau Ratu Kalahkan Petinju Australia di China

"Mereka protes ke kami, karena keberangkatan mereka kami batalkan. Kami sudah jelaskan ke mereka seperti apa prosedur berangkat bekerja ke luar negeri atau luar daerah dan soal moratoroium TKI, yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi NTT. Tapi mereka tidak terima," ungkap Volkes Nanis, SH MH, Satgaspam Bandara El Tari Kupang, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (6/6/2019).

Volkes mengatakan, ke lima calon TKW tersebut mengaku tidak tau soal moratorium dan bagaimana prosedur untuk bekerja ke luar negeri atau ke luar daerah.

BREAKING NEWS: Warga Desa Wewit dan Nubalema 2 di Flotim NTT Bentrok, Satu Meninggal

"Itulah yang membuat mereka sempat protes dan mengamuk di Pos Satgas. Tapi kita sudah beri penjelasan dan mereka dibawa ke Kantor Disnakertrans untuk mendapat pembinaan lebih lanjut," ungkap Volkes.

Berdasarkan hasil interogasi, lanjut Volkes, Yulianti Mona dan Valerya Cindy Natun hendak berangkat ke Jakarta untuk menjadi pembantu rumah tangga. Mereka mengaku mendapat tiket dari bos di Jakarta, namun bungkam siapa bos yang mereka maksud.

Dolly Liliana Junus, mengaku berangkat ke Pontianak untuk bekerja pada sebuah yayasan. Namun ia sendiri tidak tahu yayasan apa, bergerak di bidang apa dan siapa pemiliknya.

"Kami sudah interogasi cukup lama, namun tanpa keterangan apapun. Hanya mengatakan akan bekerja di Kalimantan, Pontianak," jelas Volkes.

Sementara itu, Foni Tamelab, saat diinterogasi, mengaku akan berangkat ke Medan untuk berkukiah, namun tidak memberikan keterangan secara pasti dan jelas.

Dan yang terakhir, Antonita Bete, mengaku akan berangkat ke Malaysia, transit di Pontianak, tanpa memberikan keterangan yang jelas.

"Jadi pada intinya mereka-mereka ini tidak terima dicekal. Alasannya, mereka tidak pernah tau ada moratorium atau bagaimana berangkat menjadi TKW sesuai prosedur," ungkapnya.

Selain lima perempuan tersebut, pada hari yang sama Satgaspam dan Satgasnaker Bandara El Tari Kupang juga mencekal dua CTKI, yaitu Alvinus Kristo Nahak (Kabupaten Malaka) dan Marthen Luter Oki (TTU). Keduanya diketahui hendak bekerja pada perusahaan sawit. Alvinus di Malaysia sedangkan Marthen di Pontianak, Kalimantan Barat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved