Korban Pemerkosaan Ini Meninggal Setelah Menolak Makan dan Minum

Wanita Korban Pemerkosaan Ini Meninggal Dunia Setelah Menolak Makan dan Minum

Korban Pemerkosaan Ini Meninggal Setelah Menolak Makan dan Minum
KOMPAS.com/CEN via Daily Mirror
Noa Pothoven, remaja 17 tahun di Belanda yang menjadi korban pemerkosaan memamerkan bukunya berisi pengalaman hidupnya bergumul dengan rasa trauma yang dia derita. Dia dilaporkan meninggal dunia pekan lalu setelah menolak makan dan minum. 

Wanita Korban Pemerkosaan Ini Meninggal Dunia Setelah Menolak Makan dan Minum

POS-KUPANG.COM | DEN HAAG - Seorang remaja yang mengalami trauma setelah menjadi korban pemerkosaan di masa mudanya dilaporkan meninggal karena menolak makan dan minum.

Meninggalnya Noa Pothoven dilaporkan bukan kesalahan orangtuanya. Melainkan dia sendiri yang sengaja membuat dirinya kelaparan untuk "membebaskannya dari penderitaan".

KPU Sikka Siap Sodorkan Bukti Hukum

Noa menjadi terkenal setelah menulis buku berjudul Winnen of Leren. Berisi pergumulannya dengan anoreksia, depresi, dan post-traumatic stress disorder.

Dia dilaporkan meninggal pada Minggu (2/6/2019). Sebelumnya, dia mengunggah sebuah status terakhir di Instagram bahwa dia telah "kehilangan gairah untuk hidup".

Dalam keterangan tertulis, Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge memberikan klarifikasi bahwa remaja berusia 17 tahun itu meninggal setelah meminta eutanasia.

Hubungan dengan China Memanas, AS akan Jual Tank ke Taiwan

"Kami menghubungi keluarganya untuk memberi pernyataan bahwa berbeda dengan laporan media, dia tidak menjalani eutanasia," kata Jonge dilansir AFP Rabu (5/6/2019).

Kabar kematiannya mulai diberitakan media Belanda pada Senin (3/6/2019). Narasi yang beredar, dia menghubungi Levenseindekliniek di Den Haag yang dikenal khusus melakukan eutanasia.

Di klinik itu, Noa sempat meminta kemungkinan melakukan eutanasia. Namun permintaannya ditolak hingga media internasional melaporkan dia sudah dieutanasia.

Kabar itu sempat menjadi tajuk utama media di Italia serta viral di Polandia hingga kementerian di Belanda merasa perlu untuk menjernihkan kondisinya. Jonge menjelaskan dia sudah menginstruksikan Inspektorat Kesehatan dan Kepedulian Pemuda untuk menyelidiki secara serius kabar yang beredar.

Levenseindekliniek juga merilis pernyataan resmi untuk membantah pemberitaan palsu yang sudah telanjur beredar berdasarkan keterangan dari rekan Noa. Belanda merupakan satu dari sedikit negara yang memberi bantuan bunuh diri secara legal bagi warga berusia di atas 12 tahun.

Namun eutanasia juga bisa berlaku bagi 12 tahun. Dikutip Daily Mirror, eutanasia bagi usia 12 tahun bisa dilakukan melalui kondisi khusus dan sangat ketat. Seperti kondisi fisik maupun mental pasien sudah tak memungkinkan. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menolak Makan dan Minum, Korban Pemerkosaan Ini Meninggal",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved