Renungan Ramadan Ustadz Kaharudin Manu: Idul Fitri Tebarkan Damai kepada Sesama

Maksudnya, dengan Idul Fitri umat muslim berulang kembali mengalami kesucian atau kebersihan dengan cara berpuasa selama satu bulan.

Renungan Ramadan Ustadz Kaharudin Manu: Idul Fitri Tebarkan Damai kepada Sesama
POS-KUPANG.COM/YENI RAHMAWATI
Ustadz Kaharudin Manu 

Renungan Ramadan Ustadz Kaharudin Manu: Idul Fitri Tebarkan Damai kepada Sesama

POS-KUPANG.COM - IduL Fitri berasal dari, Ied artinya Berulang Kembali, Fitri, fitrah artinya bersih dan suci.

Maksudnya, dengan Idul Fitri umat muslim berulang kembali mengalami kesucian atau kebersihan dengan cara berpuasa selama satu bulan.

Ustadz Kaharudin Manu mengutip (Q. S Al-Baqarah 2 : 108) menyampaikan, berpuasa sama dengan berjuang untuk melawan lapar, dahaga dan syahwat. Berpuasa diartikan berjihad melawan hawa nafsu atau jiwa negatif.

Dengan ini, selama satu bulan umat muslim dilatih dengan berpuasa bila berhasil dan menaklukkan semua itu, maka akan mencapai fitrah, kebersihan diri dan kesucian jiwa.

Dengan mencapai fitrah, maka di situlah derajat ketakwaan. Takwa merupakan nilai kemuliaan seorang manusia.

Puasa juga akhir dari kewajiban mengeluarkan zakat fitrah. (Q, S, At-Taubah 9:60). Bila puasa melakukan hubungan vertikal, maka hubungan tersebut akan menjadi sempurna dengan mengeluarkan zakat fitrah.

Di sinilah kesempurnaan puasa. Berarti dua hubungan, seorang yang mencapai derajat takwa, hubungan vertikal dan horizontal betul-betul berimbang, saling terkait atau kesalehan ibadah dan sosial seirama.

Dalam perjalanan manusia juga, lanjutnya, puasa berlangsung pada bulan kesembilan.

Di sini ada simbol tentang proses kejadian manusia di alam rahim umunya 9 bulan kemudian terlahir di dunia dengan keadaan yang sempurna, bersih dan suci.

Jadi dalam ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW untuk menebarkan rahmat atau kasih sayang ke seluruh alam, itu salah satu wujud riilnya dengan berpuasa atau di bulan Ramadhan.

Dengan berpuasa berusaha bisa berdamai dengan dirinya, dari situ bisa menebarkan kedamaian kepada sesama manusia lain.

Dalam kaitan situasi saat ini, puasa dan Idul Fitri menjadi suatu nilai moral yang bagi umat Islam untuk menjaga dan memelihara perdamaian serta menebarkan keselamatan. Kemudian mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Dengan hasil dari puasa dan Idul Fitri umat Muslim bisa memulai hidup yang baru, baik dan bersih. (*)

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeny Rahmawati

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved