Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Selasa 4 Juni 2019 “Tunduk pada Rancangan Allah”

Renungan Harian Kristen Selasa 4 Juni 2019 “Tunduk pada Rancangan Allah”

Renungan Harian Kristen Selasa 4 Juni 2019  “Tunduk pada Rancangan Allah”
istimewa
Renungan Harian Kristen Selasa 4 Juni 2019 “Tunduk pada Rancangan Allah”

Semua yang kita rancangkan dan kita lakukan haruslah dibuat dengan kebergantungan dan keberserahan kepada Allah. Itu keyakinan iman Yakobus.

Ayat 16:” Kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah”.

Yakobus mengingatkan bahwa kadang manusia memegahkan semua keberhasilan mereka, bahkan sering kali memegahkan rencana-rencana mereka sebelum mereka tahu apakah itu akan berhasil atau tidak.

Mereka bermegah dengan hal-hal yang atasnya mereka tidak berhak.

Mestinya mereka bersukacita di dalam Allah bahwa waktu mereka berada di tanganNya, bahwa semua peristiwa ada dalam genggaman-Nya, dan bahwa Ia adalah Allah yang mengikat perjanjian dengan mereka.

Dengan begitu, hikmat, kuasa, dan pemeliharaan Allah akan membuat segala sesuatu bekerja bersama-sama demi kebaikan manusia.

Akan tetapi, jika kita bersukacita dalam keyakinan diri dan kesombongan kita yang sia-sia, maka sukacita itu salah.

Yobus menasehati setiap perencana untuk tidak tinggi hati, tetapi penuh kerendahan hati mau terbuka untuk segala perubahan terhadap rencana-rencana itu, dan menerima dalam iman perubahan tersebut, sebab Tuhan tahu yang terbaik bagi manusia.

Dengan mengatakan “jika Tuhan mengehendaki kami akan berbuat ini dan itu”,memberi ruang bagi Allah untuk tidak saja mengoreksi dan mengarahkan tujuan-tujuan kita, tetapi juga motivasi-motivasi kita mencapai tujuan tersebut.

Saya ingat kisah Titanic, kapal pesiar termewah yang di rancang oleh Thomas Andrews. Kapal termegah dan terbesar di zamannya, sehingga  kapal ini menjadi kebanggaan orang Inggris.

Pada saat diresmikan, si perancang dengan bangga berkata: “ Kapal ini tidak akan dapat tenggelam, bahkan oleh Tuhan sekalipun,”.

Ia sangat yakin bahwa rencana besarnya untuk memperlihatkan kehebatannya kepada dunia akan segera terwujud.

Namun sayang, ketika Titanic pertama kali berlayar pada 10 April 1912 dari Southampton menuju New York. Apa yang dikatakan Thomas Andrews, ternyata sangat berbeda.

Titanic tiba-tiba menabrak gunung es dan tidak dapat diselamatkan, sehingga menelan 1.514 orang, termasuk si perancang,Thomas Andrews.

Peristiwa ini dan peristiwa-peristiwa lain dalam hidup ini mengajarkan bahwa kita tidak mungkin menyepelekan Tuhan.

Maka benar apa yang dikatakan Yakobus: hidup manusia hanya seperti uap.

Sehebat apapun manusia, dan sebaik apapun perencanaan manusia, jika diperhadapkan dengan kemahakuasaan Allah, maka semua yang dibanggakan manusia tidak ada artinya.

Ingatlah bahwa tidak semua yang kita rencanakan, jatuh sama dengan rencana Allah.

Tetapi yang pasti rencana Allah bagi hidup kita baik adanya.

Yang dibutuhkan adalah kerendahan hati untuk memahami dan menerima rencanaNya bagi hidup kita.

Jika di sepanjang hidup kita ada banyak rencana yang kita anggap gagal, atau bertolak belakang dengan rencana kita, maka kita perlu merenungkan apakah ada rencana Tuhan dengan kegagalan-kegagalan itu.

Mungkin saat itu kita kecewa, sedih, marah, atau putus asah, tapi suatu saat kita akan mengerti bahwa apa yang Tuhan rencanakan dalam hidup kita baik dan indah pada waktuNya. Amin (*)

Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved