Renungan Harian

Renungan Harian Kristen Protestan Senin 3 Juni 2019, "Air Mata Cinta"

Renungan Harian Kristen Protestan Senin 3 Juni 2019, "Air Mata Cinta" oleh Pdt Dina Dethan Penpada MTh

Renungan Harian Kristen Protestan Senin 3 Juni 2019,
dokumentasi pribadi
Pdt Dina Dethan Penpada MTh 

Sampai ajal menjemput, ia tidak sempat melihat anak tunggalnya menikah sebab Ishak menikah saat berumur 40 tahun.

Berarti 3 tahun setelah kematiannya (Kejadian 25:20).

Kematian istri dan mama, merupakan dukacita paling dalam. Ibarat kegelapan di atas kegelapan.

Penderitaan di atas penderitaan. Kepedihan di atas kepedihan.

Siksaan di atas siksaan. Banyak orang memberi kesaksian bahwa kematian mama meninggalkan luka yang sangat dalam, oleh karena mama adalah cinta pertama setiap manusia.

Saudara… dalam hidup ini, ada saat dimana kita berada dalam kesedihan yang mendalam, baik karena berbagai persoalan hidup, maupun kehilangan orang-orang yang kita kasihi.

Saat kita seperti berada dalam lembah kekelaman dan air mata tak dapat dibendung, karena kesedihan yang tak dapat kita pikul.

Percayalah bahwa Ia memahami tangisan kita, Ia memahami setiap tetesan air mata.

Bahan Ia sendiri sendiri akan menghibur dan memulihkan kita.

Apa pun yang dialami, mari seperti pemazmur yang mengatakan: ”sekalipun aku berjalan dalam kekelaman, aku tidak takut sebab Tuhan besertaku”.

Kita pun dapat mengatakan hal yang sama dengan iman yang sungguh, bahwa Tuhan yang kita imani lebih besar dari penderitaan yang kita alami, Ia telah mengambil bagian dalam penderitaan kita bahkan menanggung penderitaan kita di kayu salib melalui kematianNYa.

Ia telah menangatas kuasa kematian. Lengan-Nya yang penuh kasih takkan pernah membiarkan kita binasa.

Dia adalah yang awal dan akhir. Dia akan selalu menyertai kita. Amin

 (*)

Editor: Eflin Rote
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved