Peringati Harlah Pancasila, Aktivis di Kupang Gelar Upacara di Pintu Monumen Pancasila

pimpinan organisasi dan aktivis kepemudaan dan mahasiswa di Kupang yang tergabung dalam Cipayung Plus, Kompak dan Talepo.

Peringati Harlah Pancasila, Aktivis di Kupang Gelar Upacara di Pintu Monumen Pancasila
POS KUPANG/RYAN NONG
Para aktivis pemuda mahasiswa Kupang menggelar apel Hari Lahir Pancasila di Pintu Masuk Monumen Pancasila Kupang pada Sabtu (1/6/2019) siang. 

Peringati Harlah Pancasila, Aktivis di Kupang Gelar Upacara di Pintu Monumen Pancasila

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Memperingati Hari Lahir Pancasila, aktivis di Kupang menggelar apel bendera kebangsaan di pintu masuk Monumen Pancasila yang terletak di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT.

Apel yang dilaksanakan pada Sabtu (1/6/2018) siang itu diikuti oleh para pimpinan organisasi dan aktivis kepemudaan dan mahasiswa di Kupang yang tergabung dalam Cipayung Plus, Kompak dan Talepo.

Apel kebangsaan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila itu sedianya dilakukan di halaman Monumen Pancasila, namun karena terkendala izin dari pihak pelaksana proyek sehingga apel akhirnya terpaksa digelar di pintu masuk Monumen tersebut.

Simak! Empat Pelayaran di NTT Kembali Dibuka, Bagaimana Penjelasan BMKG

Kumpulan Doa Harian Lengkap! Doa Makan, Tidur, Bepergian hingga Doa di Tempat Kerja

Niat dan Tata Cara Itikaf! Waktu, Syarat, Pengertian, Keutamaan, dan Yang Membatalkan Itikaf

Dalam upacara yang berlangsung singkat tersebut, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang Hasnu Ibrahim bertindak sebagai Inspektur Upacara, sedang Presidium Gerakan Kemasyarakatan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang, Soman Labaona menjadi pemimpin upacara.  

Usai apel, kepada wartawan Hasnu menyampaikan bahwa para aktivis pemuda mahasiswa lintas organisasi sebagai bagian masyarakat NTT memiliki kerinduan untuk memperingati harlah Pancasila di Monumen yang menjadi kebanggaan rakyat NTT tersebut.

Namun demikian, akibat tidak menjadi izin karena monumen sedang dalam pekerjaan maka mereka hanya bisa menggelar apel kebangsaan tersebut di pintu masuk Monumen saja.

"Kita memperingati satu juni sebagai hari lahir Pancasila, dan publik di NTT mengetahui bahwa tempat ini adalah monumen Pancasila walaupun belum selesai pekerjaannya. Jadi kami peringati Harlah di sini," ujar Hasnu.

Kumpulan Lagu-Lagu Baru Bernuansa Islami, Pas Didengerin saat Bersama Keluarga di Lebaran Idul Fitri

Ustadz Yusuf Mansur Komentari Begini Melihat Senyum Megawati kepada SBY di Pemakaman Ani Yudhoyono

"Harusnya kita menggelar apel di monumen, tetapi setelah lobi pelaksana proyek tidak mengijinkan untuk apel karena katanya belum resmi dan saat ini monumen masih dalam tahap pengerjaan," tambahnya.

Monumen tersebut, lanjutnya seharusnya telah dapat digunakan pada peringatan Harlah Pancasila 1 Juni 2019 karena berdasarkan perencanaan, proyek tersebut harusnya telah selesai pada akhir tahun 2018.

Ia, bersama para aktivis lintas organisasi di Kupang pun menduga ada praktik KKN yang subur dalam proses pelaksanaan mega proyek yang digagas Gubernur Frans Lebu Raya tersebut.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved