Maria Magdalena Ano Djoka, Dosen Pertama dari NTT di Fakultas Kedokteran Widya Mandala Surabaya

Hidup dari gaji sebagai PNS dan harus membiayai 4 anak, apalagi dua sekaligus di Fakultas Kedokteran (FK) tentu bukan perkara mudah

Maria Magdalena Ano Djoka, Dosen Pertama dari NTT di Fakultas Kedokteran Widya Mandala Surabaya
POS KUPANG/RYAN NONG
Merlyn dan Vernik bersama Profesor Maramis dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Widya Mandala Surabaya. 

Maria Magdalena Ano Djoka, Dosen Pertama dari NTT di Fakultas Kedokteran Widya Mandala Surabaya

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Maria Magdalena Ano Djoka, akrab disapa Merlyn menjadi orang pertama dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Dosen berusia 23 tahun ini merupakan putri ke 4 dari dari pasangan Paulus Piter Djoka dan Elisabeth. Keduanya berasal dari Kabupaten Ende.

Pieter saat ini menjadi widyaswara di Badan Diklat Provinsi NTT di Kupang dan Elisabeth adalah PNS yang menjadi guru di SDK St. Familia, Sikumana, Kupang.

Ditemui POS-KUPANG.COM, di rumah orangtuanya di Sikumana, saat berlibur beberapa hari lalu, Merlyn yang ditemani Piter, Elizabeth dan kakaknya, Vernik, menuturkan perjuangannya dan bagaimana dukungan orangtuanya.

Bungsu dari empat bersaudara ini, mengatakan, ia dan kakaknya Maria Veronika Djoka (Vernik) berkuliah di Universitas Widya Mandala pada Fakultas yang sama, yaitu Fakultas Kedokteran.

Saat ini, lanjutnya, Vernik bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Bhyangkara Kupang.

Ustadz Yusuf Mansur Komentari Begini Melihat Senyum Megawati kepada SBY di Pemakaman Ani Yudhoyono

Kumpulan Lagu-Lagu Baru Bernuansa Islami, Pas Didengerin saat Bersama Keluarga di Lebaran Idul Fitri

"Hidup dari gaji sebagai PNS dan harus membiayai 4 anak, apalagi dua sekaligus di Fakultas Kedokteran (FK) tentu bukan perkara mudah. Tetapi komitmen mereka (orangtua) teguh untuk sekolahkan kami," ungkapnya.

Ia menceritakan, ketika kakaknya, Vernik, diterima di FK, orangtuanya nekat mengajukan pinjaman Rp 150 juta ke Kopdit Solidaritas Paroki Asumpta Kupang.

"Bahkan ketika saya juga diterima di FK, ayah dan ibu pun menjual Toyota Grand Extra, satu-satunya mobil yang mereka miliki. Sepeda motor Honda yang sedianya digunakan ayah pun dikirim untuk saya dan kakak“ ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved