Junjung Tinggi Toleransi Galakkan Gotong-royong Antarumat Beragama

Guna Menjunjung Tinggi Toleransi Galakkan Gotong-royong Antarumat Beragama

Junjung Tinggi Toleransi Galakkan Gotong-royong Antarumat Beragama
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Pastor Paroki MBC Bajawa, Romo Yohanes Don Bosco Jata, Pr 

Guna Menjunjung Tinggi Toleransi Galakkan Gotong-royong Antarumat Beragama

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Beberapa hari lagi, Umat Muslim akan merayakan Idul Fitri 1440 Hijriah. Pastor Paroki MBC Bajawa, Romo Yohanes Don Bosco Jata, PR, menyampaikan ucapan selamat kepada semua umat Muslim khususnya di Kota Bajawa Kabupaten Ngada.

Romo Yohanes menjelaskan suasana yang sangat kondusif di Kabupaten Ngada menjadi sebuah kisah bagaimana sebuah nilai toleransi umat beragama dijunjung tinggi.

Malam Takbiran Idul Fitri di Kupang Bakal Libatkan Remaja Lintas Agama

Umat Muslim dan Katolik saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain. Semua elemen masyarakat menghargai bulan Ramdhan.

"Berkaitan dengan beberapa hari lagi saudara-saudara kita kaum Muslim-Muslimat akan menyambut Hari Raya Idul Fitri, dalam agama Katolik makna perayaan hari suci itu adalah kesempatan di mana kita diberi kesempatan untuk melihat perjalanan hidup kita dengan pelajaran, itu terutama dalam rangka membangun dialog toleransi yang mesti kita jaga terawat ini melalui perintah ini sebenarnya kita makin meningkatkan toleransi dan etika dengan silaturahmi tidak hanya orang-orang yang merayakan tetapi juga dengan benar dari orang-orang yang beragama lain. Saya berharap saudara-saudara kita yang musti mereka ini lebih memaknai peristiwa ini," ujar Romo Yohanes, Senin (3/6/2019).

Dengan Suara Terbata-bata, SBY Ucapkan Terima Kasih ke Wartawan

Ia mengatakan dalam rangka mempertahankan dan merawat toleransi. Semua umat antara Agama saling bergotong-royong, saling membantu dan menjalin silaturahmi antara sesama umat.

"Kita dengan umat Agama lain saling membangun kerjasama. Ada banyak tempat contoh-contoh nyata kita sini biasanya gereja gotong-royong royong bersama tidaknya orang Islam kalau beragama lain begitupun Masjid dibuat bersama-sama itu satu bentuk toleransi atau dialog kehidupan yang sangat nyata dalam situasi kita di NTT pada umumnya dan khususnya itu yang bisa saya gambarkan satu doain mudah-mudahan berkenan silakan. Saya berharap presiden tetap konsisten dengan visi misi yang sudah di sampaikan kepada masyarakat umumnya," ujarnya..

Ia menegaskan jangan sampai membolak-balikkan situasi lalu bermain politik atau menjadikan agama sebagai pengembangan politik identitas itu.

"Saya harap presiden dan wakil presiden lebih praktis untuk ini dan diharapkan juga undang-undang yang baru tentang pendirian agama rumah ibadat mungkin bisa segera di hasilkan supaya itu menjadi payung hukum yang pasti kalau selama ini masih di rumah ibadat ya berdasarkan SK Bersama Menteri Dalam Negeri dan menteri apa dulu aja mungkin dia ini terus agama dan hanya sebatas peraturan atau surat menteri saja diatur oleh undang-undang hak asasi manusia dan fungsinya undang-undang payung hukum pada peraturan pemerintah," ujarnya.

Apresiasi Pergelaran Pemilu

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved