Dua Perempuan Asal SoE Diamankan Satgaspam dan Satgasnaker Bandara El Tari Kupang

Dua perempuan asal SoE, calon TKW, diamankan pihak Satgaspam dan Satgasnaker Bandara El Tari Kupang, Senin (3/6/2019).

Dua Perempuan Asal SoE Diamankan Satgaspam dan Satgasnaker Bandara El Tari Kupang
Istimewa
Dua CTKW yang dicekal di Bandara El Tari Kupang, Senin (3/6/2019). 

Dua Perempuan Asal SoE Diamankan Satgaspam dan Satgasnaker Bandara El Tari Kupang

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dua perempuan asal SoE, calon TKW, diamankan pihak Satgaspam dan Satgasnaker Bandara El Tari Kupang, Senin (3/6/2019).

Dua wanita tersebut bernama Martanti Tefbana (20) dan Yunita Lapenanga (19). Saat interogasi petugas, keduanya mengaku hendak berangkat ke Medan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Mereka diketahui mendapat tiket dari majikan mereka di Medan melalui Melinda Tuan, yang saat ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Medan.

Ke Bandara Mertanti dan Yunita diantar oleh Meriana Tuan yang merupakan eks pembantu rumah tangga di Medan. Volkes Nanis, Satgaspam Bandara El Tari Kupang, kepada POS-KUPANG.COM mengatakan pihaknya lalu menyerahkan Martanti dan Yunita ke Disnakertrans NTT untuk mendapat pembinaan.

Volkes mengatakan, kemarin, Minggu (2/6/2019) pihaknya mencekal sebanyak empat CTKI tujuan Denpasar.

Ke empat CTKI tersebut antara lain, Maria Apriyani Dian (Kota Kupang), Yelga Tbet (TTS), Yuventus Nahak (Malaka) dan Nofsin Bois (Kota Kupang).

Saat diinterogasi, kata Volkes, Apriyani dan Yelda menipu petugas bahwa mereka hendak berlibur ke Denpasar. Setelah didesak, keduanya akhirnya mengaku ke Denpasar untuk bekerja di londry.

Sementara itu, Yuventus Nahak dan Nofsin Bois mengelabui petugas bahwa mereka ke Surabaya untuk pelayanan imam. Didesak petugas keduanya mengaku ke Surabaya untuk menjadi pembantu rumah tangga.

Setelah diinterogasi lebih jauh, kata Volkes, keduanya ternyata hendak berangkat ke Hongkong. "Kami kontak pa Kum, yang di Surabaya yang katanya yang merekrut mereka. Tapi ternyata pa Kum sendiri merupakan orang suruhan," ungkap Volkes.

Volkes menjelaskan, menurut pengakuan Kum, ia diperintahakan oleh seorang ibu bernama Maya Wiliam yang saat ini tinggal di Hongkong.

"Kum diperintahkan oleh ibu itu. Jadi si Kum tugasnya jemput mereka berdua di Surabaya. Nanti dari Surabaya mereka transit di Singapura menuju Hongkong," jelas Volkes.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved