SBY: Ibu Ani Meneteskan Air Mata saat Mengetahui Orang dari Berbagai Latar Belakang Mendoakannya

SBY: Ibu Ani Meneteskan Air Mata saat Mengetahui Orang dari Berbagai Latar Belakang Mendoakannya

SBY: Ibu Ani Meneteskan Air Mata saat Mengetahui Orang dari Berbagai Latar Belakang Mendoakannya
KOMPAS.com/AFP/ADEK BERRY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono saat perayaan Kemerdekaan RI ke-69 di Istana Presiden, Jakarta, 17 Agustus 2014. 

SBY: Ibu Ani Meneteskan Air Mata saat Mengetahui Orang dari Berbagai Latar Belakang Mendoakannya

POS-KUPANG.COM | BOGOR - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) menyampaikan sepenggal cerita mengenai saat-saat akhir mendiang istrinya, Ani Yudhoyono.

SBY mengatakan, Ani Yudhoyono begitu sayang dengan rakyat Indonesia yang majemuk. "Saya sebagai saksi, Bu Ani sangat sayang pada rakyat Indonesia, siapapun, apapun identitasnya, apapun agamanya, apapun etnisnya, dari daerah mana atau aliran politiknya," kata SBY di rumah duka di Puri Cikeas, Bogor, Minggu (2/6/2019).

Hari Ini, Potensi Tinggi Gelombang di Laut Sawu Wilayah Perairan Sumba Mencapai 4 Meter

Menurut SBY, Ani Yudhoyono meneteskan air mata saat mengetahui orang dari berbagai latar belakang ikut mendoakannya.

Doa dari beragam orang disebut telah membantu Ani Yudhoyono saat tengah berjuang melawan kanker ganas.

Hari Ini Gempa Bumi Sudah 3 Kali Goyang Pulau Sumba, NTT

SBY mengetahui bahwa selama sekitar empat bulan Ani Yudhoyono menjalani perawatan, doa-doa selalu digaungkan di berbagai tempat ibadah mulai dari masjid, gereja, kelenteng ataupun wihara.

"She loves everybody. Dia perlakukan semua seperti saudara. Selama 10 tahun dampingi saya menjabat, bagaimana Bu Ani menjaga persaudaraan dan kerukunan lintas identitas," kata SBY.

Ani Yudhoyono meninggal di National University Hospital Singapura, Sabtu kemarin sekitar pukul 11.50 waktu Singapura, setelah dirawat di sana sekitar tiga bulan.

Ratapan Annisa Pohan

Mengutip TRIBUNNEWS.COM - Kepergian Ani Yudhoyono menghadap Sang Khalik meninggalkan duka mendalam di hati tiap orang.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved