Wakil Bupati Nagekeo : Kelahiran Pancasila Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, menegaskan, Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Bupati Nagekeo : Kelahiran Pancasila Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi
POS-KUPANG.COM/ GORDI DONOFAN
Suasana apel peringati hari lahirnya Pancasila di Halaman Kantor Bupati Nagekeo, Sabtu (162019). 

Wakil Bupati Nagekeo : Kelahiran Pancasila Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, menegaskan, Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan "Bhinneka Tunggal Ika," ungkap Marianus saat membaca sambutan tertulis Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Hariyono dalam Apel Peringati Hari Lahir Pancasila di Halaman Kantor Bupati Nagekeo, Sabtu (1/6/2019).

Ia menegaskan dalam konteks itulah, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan.

Hari Raya Idul Fitri 2019! Ini Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri, Mulai Yang Sunnah hingga Kekinian

Kelahiran Pancasila Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi

Pertama, berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara sehingga bangsa Nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa.

Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut "JAS MERAH".

Menurut Marianus, untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional (national pride).

Peringatan hari kelahiran Pancasila 1Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan "Piagam Jakarta" oleh "panitia kecil" tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945.

Jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus," tegasnya.

Kedua, dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan ernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. 

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved