Pengembangan Rumput Laut, Pemprov NTT Harus Gandeng Polda dan Polair Tertibkan Pengebom Ikan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT diminta menggandeng atau bekerjasama dengan Polda NTT dan Poloair Polda NTT untuk menertibkan para pengebom ikan

Pengembangan Rumput Laut, Pemprov NTT Harus Gandeng Polda dan Polair Tertibkan Pengebom Ikan
Istimewa
Anggota DPRD NTT Welem Kale

Pengembangan Rumput Laut, Pemprov NTT Harus Gandeng Polda dan Polair Tertibkan Pengebom Ikan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT diminta menggandeng atau bekerjasama dengan Polda NTT dan Poloair Polda NTT untuk menertibkan para pengebom ikan di sejumlah perairan di NTT.

Penangkapan ikan dengan bom hanya akan merusak biota laut termasuk rumput laut dan mencemari laut.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Welem Kale saat ditemui POS-KUPANG.COM, Jumat (31/5/2019).

Menurut Welem, jika Pemerintah NTT ingin komoditi rumput laut berproduksi dengan kualitas baik, maka beberapa hal harus diperhatikan.

Ekspor Rumput Laut, Yunus: Pemerintah Perlu Jaga Rantai Pasar dan Kualitas

Salah satunya adalah menjaga lingkungan/ekosistem laut.
"Ada banyak faktor yang pengaruhi produksi rumput laut. Salah satunya pencemaran air laut akibat pengeboman ikan, karena itu saya minta Pemprov NTT bersama Polda NTT dan Poloair harus tertibkan para pengebom di wilayah NTT, terutama di kantong-kantong produksi rumput laut," kata Welem.

Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD NTT ini menjelaskan, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan (bom ikan) yang selama ini dipakai oleh para nelayan di NTT atau dari luar NTT tapi mencari Ikan di perairan NTT sangat meresahkan petani rumput laut.

"Jadi perlu ada perhatian Pemprov NTT soal hal ini. Begitu juga di kabupaten/kota yang membudidayakan rumput laut," katanya.

Anggota DPRD Provinsi NTT Minta Pemprov NTT Berdayakan Petani Rumput Laut

Dikatakan, kasus pengeboman ikan ini merupakan salah satu faktor yang dapat merusak ekosistem laut dan sangat berpengaruh kepada pembudidayaan rumput laut terutama kualitas produksi rumput laut di NTT.

"Ada juga yang mencari Teripang dengan menghancurkan terumbu karang serta membuang limbah ke laut. Saya kira harus diperhatikan ,bukan saja pemerintah tapi juga masyarakat," katanya.

Dia juga mengharapkan adanya sosialisasi secara intensif kepada seluruh masyarakat NTT tentang bahaya yang akan ditimbulkan akibat membuang sampah yang sembarangan terutama ke laut atau sungai.

"Tentu sebagai DPRD NTT, saya harapkan ada efek jera melalui proses hukum terhadap pelaku bom ikan , dan juga perusak lingkungan (buang sampah sembarangan) di NTT , terutama di perairan laut NTT.
Bisa juga dengan menerbitkan Perda Pengolahan Limbah di NTT dan untuk hal ini DPRD NTT akan mendukung penuh langkah pemerintah NTT tersebut," ujarnya.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved