Masih Ingat Kasus Mesum Kades Sungkaen, Begini Perkembangan Proses Hukumnya

Penyidik dari Polres Kabupaten TTU berjanji akan melakukan penahanan terhadap oknum Kepala Desa Sungkaen di Kecamatan Bikomi Ninulat

Masih Ingat Kasus Mesum Kades Sungkaen, Begini Perkembangan Proses Hukumnya
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Ricky Dale, S.H 

Masih Ingat Kasus Mesum Kades Sungkaen? Begini Perkembangan Proses Hukumnya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Penyidik dari Polres Kabupaten TTU berjanji akan melakukan penahanan terhadap oknum Kepala Desa Sungkaen di Kecamatan Bikomi Ninulat yang berinisial SP.

Pelaksanaan penahanan terhadap oknum kepala desa mesum yang terbukti melakukan persetubuhan dan melakukan tindakan aborsi itu direncanakan akan dilakukan setelah pelaksanaan lebaran.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto melalui Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Ricky Dally, S.H kepada Pos Kupang di Mapolres TTU, Jumat (31/5/2019).

Bupati Tahun Pantau Jumat Bersih di Kota SoE

Ricky mengatakan, selama ini pihaknya masih belum melakukan penahanan terhadap oknum kades mesum tersebut karena masih melakukan pengumpulan bukti dan keterangan para saksi.

Namun setelah semua bukti dan saksi dikumpulkan, tegas Ricky, pihaknya dalam waktu dekat atau tepatnya setelah lebaran baru akan dilakukan penahanan terhadap oknum kades tersebut.

"Berkaitan dengan kasus aborsi itu, habis lebaran ini, baru kita lakukan penahanan terhadap kepala desa sungkaen. Memang selama ini kita belum lakukan penahanan karena mengumpulkan bukti-bukti dengan saksi yang ada," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang Kades di Kecamatan Bikomi Ninulat, Kabupaten TTU diduga melakukan persetubuhan anak dibawah umur.

Gubernur Viktor Laiskodat Kembali Geram Gara-gara Sampah di Kota Kupang

Anak dibawah umur tersebut diketahui berinisial YN dan saat ini telah berumur 17 tahun. Sedangkan pelaku persetubuhan berinisial SP. SP, saat ini menjabat sebagai kepala desa.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini menyebutkan, dugaan kasus persetubuhan itu terjadi sekitar tiga tahun lalu tepatnya pada tahun 2016.

Pada saat itu, YN yang masih berstatus anak dibawah umur di setubuhi oleh SP sebanyak tiga kali. Tak tau malu, oknum kades mesum itu, melakukan perbuatan tak terpuji itu di rumah jabatan kepala desa.

Atas perbuatan tak terpuji itu, korban akhirnya mengandung anak hasil hubungan gelapnya bersama oknum kades yang seharusnya menjadi pengayom bagi YN.

Lowongan Kerja BUMN PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero), Intip Persyaratannya

Saat usia kehamilan memasuki tujuh bulan, oknum kades mesum itu lalu meminta kepada YN untuk menggugurkan janin di dalam kandungannya itu. Hal itu lantaran malu dengan masyarakat setempat.

Merasa malu dan tak puas dengan perbuatan oknum sang kades, YN lalu melaporkan kejadian yang menimpa dirinya itu kepada pihak kepolisian di Polres TTU pada, Rabu (27/2/2019). (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved