BPMD Terpaksa Gunakan Satpol PP Jemput 6 Kades

keenam Kades tersebut tak kunjung datang ke kantor BPMD padahal surat himbauan dan penegasan sudah dikirimkan

BPMD Terpaksa Gunakan Satpol PP Jemput 6 Kades
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten TTS, George Mella 

BPMD Terpaksa Gunakan Satpol PP Jemput 6 Kades

POS-KUPANG.COM|SOE -- Kepala BPMD Kabupaten TTS, George Mella terpaksa meminta bantuan Satpol PP guna melakukan jemput paksa enam kepala desa ( Kades Bila, Noebesa, Oelet, Lobus Moleum dan Skinu) untuk melakukan asistensi dokumen perencanaan dan RAB.

Hal ini ditempuh karena keenam Kades tersebut tak kunjung datang ke kantor BPMD padahal surat himbauan dan penegasan sudah dikirimkan ke enam desa tersebut.

" Saya sudah komunikasi dengan Pak Kasat Satpol PP guna melakukan jemput paksa keenam Kades tersebut. Dan hari ini staf kita bersama petugas Satpol PP melakukan jemput paksa ke enam kepala desa tersebut," ungkap Mella kepada pos kupang.com,Rabu (29/5/2019) di seputaran Kota Soe.

Diduga lanjut Mella, ke enam kepala desa tersebut enggan datang melakukam asistensi karena belum menyelesaikan SPJ. Pasalnya, dari beberapa pengalaman sebelumnya, desa-desa yang belum menyelesaikan SPJ enggan untuk datang melakukam asistensi.

BREAKING NEWS : Dump Truck Angkut Material Krikil Terjungkal di Dekat Jembatan Lowo Keo Nagekeo

140 Warga TTS Dapat Bantuan Pemasangan Listrik Gratis

BREAKING NEWS : Petugas Bea Cukai Atambua Bekuk Warga Timor Leste Diduga Bawa 4.874 Butir Ekstasi

Puteri Indonesia Kezia Antusias Posting Foto Pakai Baju Bhayangkari, Malah Ditegur Suami, Siap 86

Kesulitan melakukan SPJ bisa disebabkan oleh beberapa hal, missalnya melakukan program di luar APBDes atau menggunakan uang tanpa adanya kuitansi.

" Kalau desa yang SPJ belum selesai ini sulit untuk datang sendiri ke kantor BPMD guna proses asistensi. Kita harus paksa datang dan jaga mereka. Kalau minta mereka pulang ke desa untuk ambil dokumen yang kurang, itu mereka akan putar dua atau tiga hari baru pulang," keluhnya.

Hingga saat ini dari 266 desa di Kabupaten TTS, 162 Desa sudah mengantongi SP2D guna pencairan dana desa.

254 desa sudah melakukan asistensi dan 213 sudah diposting pada sistem. Tersisa 12 desa yang belum merampungkan asistensi dokumen perencanaan dan RAB. Dimana enam desa sudah dalam proses asistensi dan enam desanya lagi dijemput paksa.

" Target kita dalam bulan ini proses asistensi harus selesai untuk semua desa sehingga pencairan dana desa bisa dilakukan," pungkasnya. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved