3.155 Guru di Matim Ikut Testing Guru Insentif

Sebanyak 3.155 guru baik SD dan SMP selama tiga hari sejak Senin (27/5/2019) sampai Rabu (29/5/2019) mengikuti testing guru insentif

3.155 Guru di Matim Ikut Testing Guru Insentif
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum saat peresmian Puskesmas Tilir di Kecamatan Borong, Matim. 

3.155 Guru di Matim Ikut Testing Guru Insentif

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | BORONG- Sebanyak 3.155 guru baik SD dan SMP selama tiga hari sejak Senin (27/5/2019) sampai Rabu (29/5/2019) mengikuti testing guru insentif yang dilakukan Pemkab Manggarai Timur (Matim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Matim.

Testing guru di Matim ini guna merebut 1.025 kuota yang disiapkan pemerintah untuk penempatan guru di semua SD dan SMP.

Testing yang dilakukan ini bertujuan memberikan kepastian soal masalah guru di Matim.

Mahasiswa Ini Tewas Lakalantas di Bukit Cinta

Yang mana selama ini persoalan guru di Matim selalu menimbulkan masalah antara lain penempatan guru tidak sesuai dengan kebutuhan.

Malah ada guru yang ditempat di sekolah terlalu banyak sehingga tidak memilikki jam mengajar.

Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum kepada POS-KUPANG.COM di Borong, Kamis (30/5/2019) siang menegaskan, testing yang dilaksanakan ini adalah bukti transparansi pemerintah dalam proses perekrutan guru sehingga tidak ada lagi penerimaan guru yang tertutup.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Matim, Basilius Teto kepada POS-KUPANG.COM di Borong menegaskan, hasil testing selama 3 hari sudah dilakukan dinas.

Waduh, Dalam Lima Bulan Terakhir Sudah 9 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Di Ngada

"Kalau soal hasil semua peserta testing sudah tahu. Dari 3.155 yang ikut kami hanya butuh 1.025 guru saja agar ditempatkan di semua SD dan SMP. Soal testing pun pihak ketiga yang siapkan dan bukan dari dinas," kata Teto.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan pemerintah ini bertujuan memberikan kepastian soal berapa kebutuhan guru di Matim.

"Kami ingin semua ikut testing biar jelas dan tidak ada yang ribut lagi soal guru di Matim. Saat ini pemerintah ingin semua pihak bersama-sama pemerintah membangun dunia pendidikan di Matim," tegas Teto.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved