Sriwijaya Air Tutup Rute Sepi Penumpang, Dampak dari Turunnya Tarif Batas Atas

Sriwijaya Air tidak lagi mengurangi frekuensi penerbangan tetapi menutup rute yang dianggap telah merugikan keuangan perusahaan.

Sriwijaya Air Tutup Rute Sepi Penumpang, Dampak dari Turunnya Tarif Batas Atas
Tribun/Maskartin
Pesawat Boeing 737 maskapai penerbangan Sriwijaya Air 

Sriwijaya Air Tutup Rute Sepi Penumpang, Dampak dari Turunnya Tarif Batas Atas

POS-KUPANG.COM- Sriwijaya Air tidak lagi mengurangi frekuensi penerbangan tetapi menutup rute yang dianggap telah merugikan keuangan perusahaan.

Satu di antaranya rute Jakarta - Banyuwangi PP.

“Terpaksa kami tutup (Jakarta -Banyuwangi) karena kalau sekarang tidak bisa lagi support rute. Seperti tujuan daerah terpencil Bau-Bau dan Papua sudah terbangnya biaya operasionalnya juga mahal,” kata Direktur Utama Sriwijaya Air, Joseph Adrian Saul di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Kemenhub Masih Godok Aturan Baru Soal Tarif Pesawat

Langkah menghemat biaya operasional (cost recovery) ini harus dilakukan Sriwijaya Air yang kini bagian dari Garuda Indonesia Group akibat kebijakan tarif batas atas (TBA).

“Dulu rute yang satu rugi kita bisa cover dari rute lain. Misalkan Jakarta - Yogyakarta untung Rp10, yang sana rugi Rp3, masih untung Rp7. Kalau sekarang sudah susah mau begitu,” ucap Joseph.

Joseph menjelaskan Sriwijaya Air tidak bisa lagi menekan TBA yang kini ditetapkan sebesar 16 persen.

“Efisiensi jangan sampai mengganggu safety (keselamatan) dan jangan menganggu kesejahteraan karyawan. Saya harap cost kita bisa turun lima persen,” tambahnya.

Selain menutup rute sepi penumpang, Sriwijaya Air juga membuka tiga rute baru favorit untuk mendongkrak revenue.

Kenaikan Tarif Pesawat Tak Berubah

VP Corporate Secretary Sriwijaya Air, Retri Maya optimistis akan semakin meningkatkan konektivitas udara maskapai Sriwijaya Air.

Halaman
12
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved