Moke dan Minyak Kelapa Asal Sikka Diborong Kopdit Pintu Air Rotat

Minuman Khas Moke dan Minyak kelapa Asal Kabupaten Sikka Diborong Kopdit Pintu Air Rotat

Moke dan Minyak Kelapa Asal Sikka Diborong Kopdit Pintu Air Rotat
POS-KUPANG.COM/Foto KSP Kopdit Pintu Air Rotat
Ketua KSP Kopdit Primer Nasional Pintu Air, Jakobus Jano . 

Minuman Khas Moke dan Minyak kelapa Asal Kabupaten Sikka Diborong Kopdit Pintu Air Rotat

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Manajemen KSP Kopdit Primer Nasional Pintu Air-Rotat membeli semua moke, minuman alkohol yang diproduksi petani di Sikka, Pulau Flores dijadikan bahan baku pengolahan Sophia, minuman alkohol produksi asal NTT untuk diekspor.

"Kami akan beli semua dikirim ke Kupang diolah lebih lanjut. Saya katakan bisa, karena basis Pintu Air dari NTTB singkatan nelayan, tani, ternak dan buruh," kata Ketua KSP Kopdit Primer Nasional Pintu Air-Rotat-Indonesia, Jakobus Jano, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (26/5/2019) di Maumere.

Enam Pelajar Smater Maumere Belajar Enam Bulan ke Jepang

Yakobus, mengatakan pengolahan minyak kelapa, kelor dan garam menjadi usaha lain yang dilakukan oleh Pintu Air.

"Usaha minyak kelapa sudah ada kelompok beranggotakan 10-20 orang/kelompok. Pintu Air masih terus melakukan survey kepada petani kelapa dan kelompok tani," ujar Jakobus Jano.

Wakil Ketua DPRD Nagekeo Dukung Polisi Tindak Tegas Perusuh Aksi 21-22 Mei

Dikatakanya, minyak kelapa akan diolah lebih lanjut memenuhi mutu yang lebih bagus. Tak hanya minyak kelapa, ampas kelapa dikolala menjadi produk lain yang bermanfaat.

Jakobus, pendiri dan penggagas Kopdit Pintu Air mengaku bersemangat melakukan intervensi usaha bahan-bahan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Propinsi NTT mau berkolaborasi dengan koperasi.

"Kalau produksi minyak goreng kita besar dan mampu membenuhi kebutuhan rakyat di NTT, pemerintah daerah akan membatasi minyak goreng dari luar dan proteksi minyak goreng dihasilkan oleh koperasi dan UKM di NTT," kata Jakobus Jano, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (29/5/2019) siang sekembalinya dari Kupang menghadiri pertemuan dengan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Senin (27/5/2019).

Jakobus mengaku senang dengan konsep ekonomi riil terobosan Gubernur NTT. Koperasi akan menjadi lokomotif mengembangkan usaha sektor riil seperti sabun, garam, sampoh, minyak goreng, sayuran, buah-buahan dan peternakan.

"Kata pak gubernur, setiap tahun NTT habiskan Rp 3 triliun beli sabun, shampo dan lain-lain dari Jawa. Kita bisa bikin sabun dan shampo dari kelor. Ini peluang bagi kita, kenapa tidak bisa tanpa peluang ini," tandas Jakobus Jano.

Ia menambahkan, setelah pertemuan di Kupang, lima koperasi besar di NTT akan diundang Gubernur NTT menghadiri pertemuan dengan para bupati se-NTT membahas ekonomi NTT. (laporan wartawan pos-kupang.com,eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved