Izin Usaha Hotel Prostitusi di Maumere Berakhir 13 Desember 2018

Selama hampir lima bulan sejak tanggal 13 Desember 2018 hingga dilakukan razia perempuan Pekerja Seks Komersia

Izin Usaha  Hotel Prostitusi di  Maumere Berakhir 13  Desember  2018
Net
Ilustrasi 

Izin Usaha  Hotel Prostitusi di  Maumere Berakhir 13  Desember  2018     

POS-KUPANG.COM|MAUMERE-- Selama hampir lima bulan  sejak  tanggal 13 Desember 2018  hingga dilakukan  razia perempuan  Pekerja Seks Komersial (PSK)  pertengahan  bulan Mei  2019,  Hotel Bogor  di  Jalan Soegi Pranoto,  Kota Maumere, Pulau  Flores, menjalankan usahanya   tanpa  izin.

“Masa  berlaku izin berakhir tanggal  13  Desember 2018 dan sampai saat ini tidak  ada perpanjangan  lagi oleh pengelola hotel ini,”    kata Sekretaris   Dinas  Satpol PP Sikka, Adeodatus  Buang  Da  Cunha, kepada  POS-KUPANG.COM,  Rabu   (29/5/2019) di Maumere.

Perkuat Silaturahmi, Manajemen RSIA Dedari Buka Puasa Bersama di Panti Asuhan Al Hikmah

VIDEO: Tiba Di Fakultas Hukum Undana, Alumi Sambut Rektor Fred Benu Dengan Cara Seperti Ini

Buang da  Cunha  menegaskan,  pelanggaran  izin  usaha oleh  pengelola  hotel ini yakni menyediakan  tempat prostitusi.  Pelanggaran ini  akan  menyulitkan  menajeman  hotel memperpanjang  izin  baru.

“Kami   juga  akan beri  pertimbangan kepada  instansi  pemerintah  terkait  yang menerbitkan  izin untuk mempertimbangkan  dengan  sungguh-sungguh  perpanjangan  izin  usaha,”  kata  Buang  da  Cunha.

Buang da  Cunha membeberkan PSK  menyewa   kamar Hotel Bogor  Rp  200  ribu mulai  pukul  07.00 Wita- pukul 24.00  Wita  melakukan praktek  prostitusi. Ketika  dirazia  personil Satpol  PP  dua  pekan  lalu,  tujuh  PSK  yang menyandang status  Odha  kabur  lewat  dua pintu  ‘rahasia’  di   hotel itu.   (laporan wartawan  pos-kupang.com,eginius  mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved