Yanubadi Kerja Sama Undana Sosialisasi Pendidikan Pencegahan TPPO

Yanubadi Kerja Sama Undana Sosialisasi Pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Yanubadi Kerja Sama Undana Sosialisasi Pendidikan Pencegahan TPPO
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua Yayasan Nusa Bunga Abadi, Dra. Mien Hadjon Pattymangoe saat sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Aula Gedung DPD RI Provinsi NTT, Selasa (28/5/2019). 

Yanubadi Kerja Sama Undana Sosialisasi Pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Yayasan Nusa Bunga Abadi ( Yanubadi) bekerjasama dengan tim peneliti dari Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana menggelar sosialisasi pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang ( PTPPO). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kasus perdagangan orang.

Pantauan POS-KUPANG.COM, kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung DPD RI Provinsi NTT di Jalan Polisi Militer, Selasa (28/5/2019).

Penyerapan DAK dan DAU di Pemkab Kupang Baru Dua Persen, Ini Alasannya

Acara ini dengan Tema: Dengan kerjasama dan kerja cerdas, kita optimalkan PTPPO di Kota Kupang, NTT dan Indonesia pada umumnya.

Sosialisasi ini terselenggara atas kerjasama Yanubadi dengan lembaga penelitian ,Jurusan Matematika, Undana.

Hadir saat itu, Dr. Geradus Uda dari FKIP Undana dan dua orang dari Jurusan Matematika, FST Undana, Dr. Maria Agustina Kleden,M. Sc dan Astri, S.Si,M.Si.

Rektor Undana Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Peradilan Semu FH Undana

Ketua Yanubadi, Dra. Mien Hadjon Pattymangoe mengatakan, acara itu dilakukan dalam rangka memberi pencerahan kepada masyarakat terutama para mantan TKI/TKW tentang TPPO.

"Kita tahu di NTT begitu marak kasus TPPO, berangkat dengan baik dan pulang hanya jenazah," kata Mien.

Dikatakan, dirinya juga masuk dalam tim fasilitator kegiatan pencegahan TPPO.
"Jadi perlu ada pemberdayaan ekonomi dan program peningkatan ketrampilan, maka anak-anak kita tidak mungkin keluar negeri untuk menjadi TKI/TKW," katanya.

Dr. Maria Agustina Kleden,M.Sc dari Jurusan Matematika, FST Undana mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk mengetahui dan mendapat informasi mengenai penyebab utama sehingga banyak orang NTT ingin keluar negeri untuk menjadi TKI/TKW.

"Kegiatan ini, selain sosialisasi, kami ingin menggali informasi dari mantan TKI terkait motivasi mereka ke luar negeri," kata Maria.

Dikatakan, sesuai hasil yang diperoleh dari para mantan TKI/TKW, bahwa masalah yang selalu dihadapi saat berada di luar negeri adalah bahasa,selain ketrampilan.

"Kadang mereka tidak mengerti bahasa Inggris sehingga ketika majikan menyuruh mereka namun selalu salah mengerti. Ini jadi masalah sehingga mereka dimarahi ataupun dipukul pemberi kerja atau majikan," katanya.

Astri, SSi,M.Si mengatakan, dalam kegiatan itu, mereka akan mengambil data kemudian dianisis secara matematik.

"Kira-kira faktor apa yang mendorong mereka sangat kuat sehingga menjadi TKI/TKW. Jadi data ini kami belum analisa karena baru saja kami kumpulkan hasil pertanyaan," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved