Ini Alasan Gakkumdu Hentikan 15 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Aceh Utara

Ini Alasan Gakkumdu Hentikan 15 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Aceh Utara

Ini Alasan Gakkumdu Hentikan 15 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Aceh Utara
KOMPAS.com/Thinkstock
Ilustrasi pemungutan suara 

Ini Alasan Gakkumdu Hentikan 15 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Aceh Utara

POS-KUPANG.COM | ACEH UTARA - Gakkumdu Aceh Utara menghentikan 15 kasus dugaan pelanggaran pemilihan umum, dengan alasan kesulitan menemukan alat bukti. Selain itu, sebagian kasus tidak terpenuhi unsur formil dan materil.

"Kami upayakan juga barang bukti, selain yang dilengkapi pelapor. Namun, jika tidak cukup maka tak bisa dilanjutkan," terang Komisioner Bawaslu Aceh Utara Safwani, kepada Kompas.com, di Stasiun Cafe Lhokseumawe, Senin (27/5/2019).

Polri Periksa Kivlan Zen Sebagai Tersangka Berita Bohong dan Makar Rabu Besok

Safwani mengatakan, 15 kasus yang dihentikan diantaranya laporan Panwaslih Lhoksukon terhadap seorang warga karena terlalu lama di bilik suara di TPS Desa Alue Itam Reudeup, Kecamatan Lhoksukon.

Berikutnya laporan Panwaslih Baktiya terkait pencoblosan surat suara lebih dari satu kali di Desa Matang Ulim, Kecamatan Baktiya.

Selain itu ada juga laporan T Muhammad soal adanya dugaan perpindahan suara di Kecamatan Nisam Antara oleh dengan terlapor PPK Nisam Antara. Serta beberapa dugaan penggelembungan suara di Aceh Utara.

Pengamat: Prabowo-Sandi Bisa jadi Bulan-bulanan di MK Jika Bukti Cuma Link Berita

"Ada juga laporan Faisal SH, dugaan pembagian surat suara kepada saksi di Desa Ulee Rubek Barat dengan terlapor PPS, PPG dan saksi, " sebut Safwani.

Barang bukti yang sulit diperoleh misalnya C1 hologram dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara.

Padahal Panwaslih sudah berupaya semaksimal mungkin dengan menyurati KIP sebanyak tiga kali untuk meminta C1 hologram.

Namun, KIP, tak bisa memberikan c1 hologram tersebut. C1 hologram itu sambung Safwani dibutuhkan untuk semua kasus yang dilaporkan dugaan penggelembungan suara.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved