Warga Nasi Adukan Kades ke DPRD TTS

Masyarakat Warga Desa Nasi Mengadukan Kepala Desa ke DPRD Kabupaten TTS

Warga Nasi Adukan Kades ke DPRD TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Warga Nasi sedang melakukan tatap muka dengan komisi 1 DPRD TTS guna mengadukan Kades Nasi, Markus Tafuli. 

Masyarakat Warga Desa Nasi Mengadukan Kepala Desa ke DPRD Kabupaten TTS

POS-KUPANG.COM | SOE - Warga Nasi, Kecamatan Amanatun Utara, Senin (26/5/2019) siang mendatangi Komisi 1 DPRD TTS guna mengadukan Kepala Desa Nasi, Markus Tafuli. Kades Tafuli diaduhkan karena enggan memberikan surat keterangan (suket) domisili kepada Berto Tafuli (14) guna pencairan dana bantuan PIP.

Selain itu, Kades Tafuli juga enggan memberikan surat keterangan pelepasan hak tanah dari masyarakat kepada pihak gereja guna pembangunan kapela.

Penemuan Korban Bunuh Diri di Nagekeo, Ini Penjelasan Kapolsek Aesesa

Sang kades juga enggan memberikan surat keterangan pembangunan untuk Kapela Sinu sehingga menghambat proses pembangunan kapela.

Simon Linome, pemilik tanah yang menyerahkan tanah untuk pembangunan kapela Sinu mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menghadap Kades Tafuli guna mengurus surat keterangan pelepasan lahan dan keterangan pembangunan gereja tetap sang kades tidak enggan memberikannya.

Tanggapan Ace Hasan Syadzily Soal Kader Golkar Jadi Pengacara Prabowo-Sandiaga di MK

"Kapela ini kan rumah ibadah kenapa harus dihalang-halangi proses administrasinya seperti ini. Seharusnya kepala desa segera memprosesnya sehingga pembangunan Kapela tidak terhambat," ungkapnya.

Nurlina Nabu juga mengeluhkan kinerja Kades Tafuli yang enggan memberikan surat keterangan domisili untuk cucunya, Berto Tafuli guna mencairkan dana PIP.

Ia mengaku sudah mencoba mendatangi Kades Nasi guna mendapatkan suket domisili untuk dilampirkan dalam berkas administrasi pencairan dana PIP, tetapi sang Kades menolak memberikan Suket tanpa alasan yang jelas.

"Saya minta bantuan kasih suket domisili untuk cucu saya, tetapi kepala desa tidak mau kasih. Makanya uang PIP cucu saya tidak dicairkan sampai sekarang," keluhnya.

Pengaduan warga Nasi diterima Sekertaris Komisi 1 DPRD kabupaten TTS, Thomas Lopo dan anggota komisi 1 Dominggus Beukliu.

Thomas mengatakan, kuat dugaan, ulah Kades Tafuli berkaitan dengan Pileg lalu. Pasalnya, warga memilih untuk mendukung Caleg lain yang tidak searah dengan Kades Tafuli. Oleh sebab itu, Kades Tafuli enggan memberikan pelayanan terkait suket domisili dan surat keterangan pelepasan hak tanah guna pembangunan Kapela Sinu.

Oleh sebab itu, laporan pengaduan warga Nasi akan disampaikan kepada Bupati TTS guna segera diambil tindakan tegas kepada Kades Tafuli yang sudah menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Komisi 1 DPRD TTS juga akan memanggil kades Nasi guna mendengarkan klarifikasi.

"Kita minta pemerintah segera memberikan sanksi kepada Kades Tafuli yang sudah menghambat pelayanan kepada masyarakat. Ini jelas merugikan masyarakat. Kita juga akan panggil Kadesnya untuk berikan klarifikasi," tegas Thomas. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved