Penemuan Korban Bunuh Diri di Nagekeo, Ini Penjelasan Kapolsek Aesesa

Kasus Penemuan Korban Bunuh Diri di Kabupaten Nagekeo, Ini Penjelasan Kapolsek Aesesa

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Anggota Kepolisian dari Polsek Aesesa yang dipimpin AKP Ahmad bersama warga sedang mengevakuasi korban di Kali Kobakua Desa Tendatoto Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo, Senin (27/5/2019). 

Kasus Penemuan Korban Bunuh Diri di Kabupaten Nagekeo, Ini Penjelasan Kapolsek Aesesa

POS-KUPANG.COM | MBAY - Warga Kampung Yateteyo, Dusun Kobakua, Desa Tenda Toto di Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo dihebohkan atas penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki yang diduga bunuh diri, Senin (27/5/2019).

"Pada hari Senin tanggal 27 Mei 2019 pukul.08.30 Wita telah terjadi kasus penemuan mayat ( gantung diri) yang berlokasi di Kali Mobakua RT 10 dusun Kobakua, Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo," ungkap Kapolsek Aesesa, AKP Ahmad, SH, kepada POS-KUPANG.COM di MBay, Senin (27/5/2019) siang.

Pengamat Sebut BPN Banyak Gunakan Berita Media sebagai Bukti Kecurangan Pilpres

Menurut AKP Ahmad, korban diketahui bernama Andreas Ou (28) berasal dari Kampung Yateteyo Desa Tendatoto Kecamatan Wolowae.

AKP Ahmad menyebutkan ada dua orang saksi yang pertama kali menemukan korban di TKP. Mereka adalah Yohanes Naldino Pape (11) dan Fidelis Weka (15) yang merupakan warga Kampung Yateteyo Dusun Kobakua, Desa Tendatoto, Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo.

Tanggapan Ace Hasan Syadzily Soal Kader Golkar Jadi Pengacara Prabowo-Sandiaga di MK

"Berdasarkan keterangan saksi bahwa mereka hendak ke kebun dan melewati pinggiran Sungai Kobakua di perkirakan kurang lebih 300 meter. Saksi menengok ke arah kiri dan melihat mayat tergantung di atas pohon gamal di tepi jalan, dan kedua saksi balik lari kembali ke rumah dan memberi tahu di ibu dari saksi Fidelis Weka dan tanpa tanya lagi ibu dari saksi Fidelis Weka lari menuju kerumunan anak muda dan memberitahu apa yg di sampaikan anaknya (saksi fidelis weka) dan para anak muda langsung menuju TKP dan yang ternyata benar ada mayat yang tergantung di Pohon Gamal," ujar AKP Ahmad.

Ia menerangkan sekitar pukul 11.46 Wita dirinya bersama 5 orang anggota tiba di TKP dan langsung mengamankan TKP dengan police line serta melakukan pemotretan korban dan situasi TKP.

"Kemudian dibantu sama warga korban diturunkan dari pohon dan dibawa kerumah untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter," ujarnya.

AKP Ahmad menerangkan korban ditemukan gantung diri pada sebuah Pohon Gamal yang berukuran diameter 12 cm dengan tinggi pohon tersebut 3 meter, menggunakan tali nilon berukuran 14 mili meter bewarna biru panjangnya kurang lebi 2,5 meter.

"Tali nilon tersebut diikat pada cabangnya dengan simpul hidup dan di leher ikatan simpul mati. Jarak tanah dengan kaki korban kurang lebih 1 meter dan dilokasi tidak ditemukan alat bantu penyangga untuk gantug diri maupun benda lain. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter umum Puskesmas Marilewa, tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan, hanya dari dalam hidung mengeluarkan lendir dan dari dubur keluar tinja berwarna kuning. Korban memiliki istri dan 1 orang anak dan belum menikah ketika kejadian, istrinya sedang berada di Ende kurang lebih 1 bulan," ujarnya.

AKP Ahmad menjelaskan berdasarkan penuturan dari orangtua kandung korban atas nama Lukas langa bahwa, korban tidak memiliki latar belakang kelainan mental atau tidak ada riwayat sakit penyakit.

"Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kematian korban," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved