Ini Alasan Presiden AS Donald Trump Tidak Ingin Ada Ganti Rezim di Iran

Ini Alasan Presiden AS Donald Trump Tidak Ingin Ada Ganti Rezim di Iran

Ini Alasan Presiden AS Donald Trump Tidak Ingin Ada Ganti Rezim di Iran
KOMPAS.com/REUTERS/Athit Perawongmetha
Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump tiba di Bandara Haneda Tokyo di Tokyo, Jepang, Sabtu (25/5/2019). 

Ini Alasan Presiden AS Donald Trump Tidak Ingin Ada Ganti Rezim di Iran

POS-KUPANG.COM | TOKYO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan dia tidak ingin ada perubahan pemerintahan di Iran di tengah ketegangan dua negara.

Berbicara dalam kunjungannya di Tokyo, Jepang, Trump berkata Iran mempunyai sosok hebat dan berpotensi menjadi negara besar dengan pemerintahan yang sama.

Libur Lebaran 2019, BPJS Kesehatan Jamin Pelayanan Peserta JKN-KIS Tetap Prima

"Kami tidak ingin ada ganti rezim di Iran. Biar saya perjelas. Yang saya inginkan hanyalah tidak ada senjata nuklir. Saya tak ingin melukai Iran," kata Trump dikutip AFP Senin (27/5/2019).

Pada Jumat pekan lalu (24/5/2019), Washington menyatakan telah mengerahkan 1.500 pasukan ke Timur Tengah untuk menangkal "ancaman kredibel" dari Iran.

Tensi antara Iran dan AS meningkat setelah Trump memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 pada tahun depan, dan menjatuhkan sanksi.

Warga Nasi Adukan Kades ke DPRD TTS

Presiden ke-45 AS itu kembali melontrkan kritikan terhadap perjanjian 2015 yang disebutnya "kesepakatan mengerikan", dan mengaku siap untuk bernegosiasi ulang.

"Saya kira kami akan membuat kesepakatan," kata suami Melania itu dalam konferensi pers didampingi oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Beberapa jam sebelumnya, Trump menyatakan dia yakin Iran bakal bersedia duduk semeja dengannya.

Dia berujar jika Iran ingin berunding, begitu juga dengan AS. Sebelum Trump menuturkan kalimat yang berusaha mengurangi eskalasi, Iran mengancam bakal menyerang kapal perang AS yang dikerahkan ke Timur Tengah.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved