Bupati Ende Marsel Petu Meninggal, Air Mata Warga Ende Tumpah Di Hari Minggu

Air mata ribuan warga Kabupaten Ende tumpah saat menyambut jazad Bupati Ende, Ir Marsel Petu saat tiba di Bandara Haji Hasan Aroboesman

Bupati Ende Marsel Petu Meninggal, Air Mata Warga Ende Tumpah Di Hari Minggu
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Wagub Nae Soi saat memberikan sambutan di Liliba di rumah keluarga Almarhum Bupati Ende, Marsel Petu, Minggu (26/5/2019). 

Hal ini dibuktikan dengan pencapaian pembangunan selama ini yang dilakukan oleh Marsel Petu di seluruh Kabupaten Ende tanpa ada yang ditinggalkan.

“Jujur saya memimpin Kabupaten Ende selama 10 tahun namun Marsel Petu memimpin Kabupaten Ende baru lima tahun namun dia jauh lebih maju dari saya dan itu yang saya kampanyekan dimana-mana karena memang itu kenyataannya,” kata Paulinus Domi.

Kabupaten Ende menurutnya tentu merasa sangat kehilangan seorang pemimpin dan pemersatu daerah. Seorang yang memilki komitmen untuk terus membangun Kabupaten Ende menuju ke arah yang lebih baik.

Tidak Ada Gejala

Sekda Kabupaten Ende dan juga kerabat almarhum Ir. Marsel Petu, Dr dr Agustinus G Ngasu,M.Kes mengatakan bahwa selama ini Bupati Ende, Ir Marsel Petu tidak pernah mengeluh sakit dan yang didengar bahwa yang bersangkutan sakit lambung.

Andreas Hugo Pareira: Marsel Petu Ingin Jadikan Ende Destinasi Wisata Ideologi

34 Kenshi NTT Terpilih Jadi Atlet Pra PON 2020

Sebelum berangkat ke Kupang, Bupati Marsel tidak menunjukan tanda-tanda apapun dan pihaknya merasa kaget ketika diberitau bahwa yang bersangkutan meninggal dunia saat sedang menjalankan tugas di Kupang.

Jazad Bupati Marsel ujar Sekda Agustinus disemayamkan di rumah jabatan Bupati Ende dan akan dikuburkan di Pekuburan Katolik, Paroki St Yoseph Onekore.

“Rencananya akan dikuburkan pada Selasa (27/5/2019) atau bisa juga Rabu (28/5/2019) tergantung dari situasi dan kondisi yang ada,”kata Sekda Agustinus.

Sebelum dikuburkan jazad almarhum akan dibawa ke Kantor Bupati Ende lalu ke rumah pribadi di Jalan Rambutan Kota Ende dan dibawa ke Gereja Onekore untuk misa arwah lalu dikuburkan di Pekuburan Katolik Paroki Onekore.

Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum maka seluruh Kabupaten Ende akan dikibarkan bendera setengah tiang selama 2 hari.

Almarhum ujar Agustinus dimata keluarga adalah tipe orang yang senantiasa meyayangi keluarga dan sangat perhatian dengan saudaranya.

Halaman
1234
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved