Sebelum Meninggalkan Hotel, Bupati Ende Sempat Bercanda dengan Putra Bungsunya

Sebelum Meninggalkan Hotel, Bupati Ende Marsel Petu Sempat Bercanda dengan Putra Bungsunya

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Keluarga Ende di Kupang sedang mendoakan jenazah Bupati Ende, Marselinus Petu saat disemayamkan di Liliba Kota Kupang, Minggu (26/5/2019). 

Sebelum Meninggalkan Hotel, Bupati Ende Marsel Petu Sempat Bercanda dengan Putra Bungsunya

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bupati Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marselinus Petu menghembuskan nafas terakhir, Minggu (26/5/2019) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang.

Tadi sekitar pukul 07.00 Wita, ratusan kendaraan bermotor dan mobil mengiringi jenazah menuju Liliba, di rumah Kasmirus Kolo, keluarga Almarhum.

Gandeng Anak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Aura Kasih Bisnis Kafe dan Coworking Space

Selama berada di Kupang, Marsel bersama ajudan dan putra bungsunya, Yosephus Dede Surya Sara menginap di Hotel Sasando.

Di Liliba, di rumah keluarga Almarhum, kepada POS-KUPANG.COM, Yosephus menuturkan beberapa jam sebelum meninggal dunia, ia masih sempat bercanda dengan ayahnya.

Penebangan ke Jakarta Kosong, Ini Imbauan Menhub Kepada Maskapai

"Bapa tinggalkan Hotel, beberapa jam sebelum meninggal, saya lupa persisnya jam berapa. Sebelum dia pergi dia bilang ke saya, 'Kau ancur e bisa lupa tas di pintu'. Itu gaya bapa kalau bercanda," ungkap Dede.

Dede mengatakan, saat itulah ia terakhir kali ia bercanda dan bercerita dengan ayahnya." Bapa pergi saya langsung tidur," ungkapnya.

Sekitar pukul 01.00 Wita, Dede menerima informasi dari sahabat Almarhum bahwa ayahnya sedang dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Siloam. Dede lalu dijemput oleh sahabat Almarhum menuju RS. Siloam.

"Sampai di rumah sakit, saya lihat ayah sudah tidak bisa bicara. Para dokter sibuk memompa jantungnya selama tiga kali," ungkap Dede terbata-bata.

Dede kian gelisah, Marsel tidak bereaksi saat jantungnya dipompa. "Mereka bilang kita coba lagi. Saat itu saya sudah punya firasat buruk, saya lari ke ruang sebelah," ungkap Dede dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Dede, Marsel adalah sosok pahlawan bagi keluarga, yang selalu mengayomi dan melindungi mereka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved