Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid, Ini Penjelasan Polri

Seorang Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid, Ini Penjelasan Polri

Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid, Ini Penjelasan Polri
KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/3/2019). 

Seorang Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid, Ini Penjelasan Polri

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Video yang memperlihatkan seorang pria dipukuli oleh sejumlah polisi ketika peristiwa kerusuhan 22 Mei di Jakarta viral di media sosial. Belakangan diketahui video tersebut berlokasi di dekat Masjid Al Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kemudian, narasi yang beredar di media sosial, pria yang dipukuli tersebut tewas dan merupakan seorang remaja bernama Harun Rasyid (15).

Gugat Hasil Pilpres ke MK, Cawapres Sandiaga Uno Sebut Ajukan 51 Daftar Bukti

Terkait video yang beredar, Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Kampung Bali. Namun, polisi memastikan pria di dalam video itu bukan Harun Rasyid.

"Pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kami amankan atas nama A alias Andri Bibir," kata Dedi kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Andri Bibir saat ini diamankan di Polda Metro Jaya karena diduga menjadi salah satu provokator kerusuhan tersebut. Teman Harun, Angga (14), juga memastikan jika pria yang dipukuli dalam video tersebut bukan Harun.

Terkait Cuitan Kerusuhan 22 Mei, Koordinator Relawan IT BPN Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi

Angga mengatakan, Harun tewas karena saat itu berada di jembatan Slipi Jaya yang juga menjadi lokasi kerusuhan pada Rabu (22/5/2019) malam.

Rabu siang, Harun masih bersama Angga di sebuah warung makan di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Usai dari warung makan, Harun mengajak Angga untuk melihat kerusuhan yang terjadi di Slipi.

"Dia siang sampai malam sama saya. Siang Harun ngajakin ke warteg dia, habis itu Harun ngerencanain ke sana ngajak ke sana. Dia bilang, 'Ayo kita lihat di Slipi yang perang'," kata Angga kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

Saat kerusuhan di Jembatan Slipi Jaya, lanjut Angga, paha Harun terkena gas air mata dari pihak kepolisian. Kemudian Angga mengajak Harun pergi ke rumahnya untuk mengobati luka pada paha Harun.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved